Lhokseumawe – Proyek rehabilitasi irigasi yang sedang berlangsung di Gampong Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, dan dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero), diduga belum memberikan perhatian maksimal terhadap aspek keselamatan masyarakat yang melintasi jalur alternatif di sekitar lokasi pekerjaan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga setempat, aktivitas proyek menyebabkan masyarakat harus menggunakan jalan alternatif untuk beraktivitas sehari-hari. Namun, kondisi jalur tersebut dinilai cukup berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas saat cuaca hujan.
Warga menyebutkan bahwa jalan alternatif yang saat ini digunakan sebenarnya merupakan akses yang diperuntukkan bagi area bendungan dan kegiatan proyek, bukan jalan utama yang dirancang untuk lalu lintas masyarakat umum. Akibatnya, kondisi jalan dinilai kurang layak dan berisiko menimbulkan kecelakaan.
“Kalau hujan, jalan menjadi licin dan sangat berbahaya. Kami khawatir bisa terjatuh saat melintas. Setiap hari masyarakat harus ekstra hati-hati,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, jalur akses yang disediakan pihak kontraktor belum sepenuhnya memberikan rasa aman bagi pengguna jalan. Selain kondisi permukaan jalan yang kurang baik, warga juga berharap adanya langkah-langkah pengamanan tambahan seperti pemasangan rambu peringatan, penerangan, pagar pengaman, maupun perbaikan kualitas jalan sementara selama proyek berlangsung.
Masyarakat memahami bahwa pelaksanaan proyek rehabilitasi irigasi merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur yang diharapkan memberikan manfaat bagi sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut. Namun demikian, warga berharap pelaksanaan pekerjaan tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas proyek.
Warga juga meminta pihak pelaksana proyek dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi jalur alternatif yang digunakan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah terjadinya kecelakaan, terutama pada musim hujan ketika kondisi jalan semakin licin dan sulit dilalui.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PT Hutama Karya (Persero) terkait keluhan warga mengenai kondisi jalan alternatif tersebut. Masyarakat berharap ada respons cepat serta solusi konkret agar aktivitas warga dapat berjalan dengan aman selama proyek rehabilitasi irigasi masih berlangsung. (Rz)









