GENTAPOST.COM – LHOKSEUMAWE | Tragedi berdarah menimpa Muhammad Nasir (48), warga Gampong Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Pria yang sehari-hari berjualan bakso dan sesekali menjadi sopir ini diduga menjadi korban penembakan orang tak dikenal (OTK), Minggu malam, 9 November 2025.
Informasi yang dihimpun dari keluarga korban di rumah duka, Senin (10/11/2025), menyebutkan peristiwa bermula saat dua pria tak dikenal mendatangi kedai bakso milik Nasir. Keduanya datang mengendarai sepeda motor, dan salah satu dari mereka sempat memotret rumah korban.
“Saat itu Abang (Nasir) dipanggil kedua orang tersebut dan diajak duduk di seberang jalan,” ungkap Saidatun Rahmi, adik korban, kepada media.
Tak lama kemudian, sebuah mobil hitam berhenti di ujung jembatan, tak jauh dari lokasi mereka berbincang. Kedua pria itu kemudian mengajak Nasir mendekati mobil tersebut. Beberapa detik setelahnya, dua kali suara letusan senjata terdengar.
“Kejadiannya sangat cepat, terdengar dua kali tembakan. Abang langsung meninggal di tempat,” lanjut Rahmi dengan suara bergetar.
Usai penembakan, mobil hitam dan sepeda motor pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Jenazah korban sempat dibawa ke RSU Cut Meutia untuk divisum, sebelum dipulangkan ke rumah duka dan dimakamkan.
Adik korban lainnya, Mukhlis, mengaku tak mengetahui adanya masalah atau konflik yang melibatkan kakaknya.
“Setahu saya, Abang tidak pernah punya musuh atau persoalan dengan siapapun,” ujarnya. “Kami hanya berharap polisi bisa cepat menangkap pelaku dan menegakkan keadilan.”
Sementara itu, pihak Polres Lhokseumawe melalui Humas Salman Al Farisi membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut. Namun, ia menegaskan penyelidikan masih dalam tahap awal.
“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan kasus ini. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah ada perkembangan,” katanya.
Sumber lain yang dikutip dari Paparazzi.com menyebutkan dugaan adanya konflik utang piutang yang melibatkan korban sebelum insiden terjadi. Menurut keterangan saksi, Nasir sempat dipanggil sekitar 15–20 meter dari rumahnya menuju ujung jembatan, lalu ditarik ke arah mobil sebelum terdengar suara tembakan.
“Sempat terjadi adu mulut antara korban dan pelaku. Di dalam mobil diperkirakan ada empat hingga lima orang, dan dua lainnya berjaga dengan sepeda motor,” kata seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebut namanya.
Mobil yang digunakan pelaku dilaporkan berpelat gelap dengan kaca film tebal, sehingga identitas para pelaku sulit dikenali.
Tokoh masyarakat itu menambahkan, aksi ini diduga berkaitan dengan persoalan pribadi, bukan tindakan teror.









