Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Menolak Pura-Pura Peduli: Ketika Gizi Anak Sekolah Disandera Industri Proyek

Oplus_131072

Menolak Pura-Pura Peduli: Ketika Gizi Anak Sekolah Disandera Industri Proyek

Redaksi by Redaksi
10 Juni 2026
in News
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta | Penghentian operasional fasilitas penyedia makanan bergizi di sejumlah daerah bukan sekadar masalah teknis administrasi, melainkan sebuah skandal moral. Namun, yang jauh lebih ironis dari penutupan itu sendiri adalah melihat siapa yang paling lantang berteriak di ruang publik saat ini. Bukan para guru yang cemas melihat muridnya lesu di ruang kelas, bukan pula orang tua yang kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Teriakan paling nyaring justru datang dari barisan makelar proyek, vendor, dan pemburu rente yang mendadak histeris karena piring nasi bisnis mereka terusik.

Ini adalah potret buram bagaimana sebuah kebijakan humanis dengan mudah dibusukkan oleh keserakahan sistemik. Program yang awalnya digelorakan sebagai penyelamat generasi dari ancaman stunting, dalam realitasnya, diduga kuat telah bergeser menjadi komoditas bancakan ekonomi yang diperas demi keuntungan segelintir kelompok.

Eksploitasi Hak Anak Atas Nama Kesejahteraan

Konten Terkait

Ayahwa Ingatkan Warga Aceh Utara Waspada, Bibit Siklon 98B Picu Ancaman Hujan Ekstrem

Ayahwa Ingatkan Warga Aceh Utara Waspada, Bibit Siklon 98B Picu Ancaman Hujan Ekstrem

27 Oktober 2026
PNL Sosialisasikan Si iLeume untuk Tingkatkan Kinerja Layanan Akademik

PNL Sosialisasikan Si iLeume untuk Tingkatkan Kinerja Layanan Akademik

26 Oktober 2026
Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

26 Oktober 2026
Wakili Aceh Utara, Penggerak HAM Gampong Keutapang Lhoksukon Ikuti Musrenbang HAM dan Rakor Nasional Penggerak HAM 2026

Wakili Aceh Utara, Penggerak HAM Gampong Keutapang Lhoksukon Ikuti Musrenbang HAM dan Rakor Nasional Penggerak HAM 2026

26 Oktober 2026

Sangat naif jika kita memandang protes yang terjadi belakangan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap gizi anak. Mari jujur melihat lapangan: tidak ada demonstrasi siswa yang menuntut hak makan mereka dikembalikan. Kegaduhan ini murni kepanikan finansial dari mereka yang kehilangan omzet, kontrak logistik, dan margin keuntungan dari perputaran anggaran negara.

Kondisi ini menjadi kritik telak bagi pemerintah. Bagaimana mungkin sebuah agenda strategis nasional didesain begitu rapuh hingga hulu dan hilirnya tersandera oleh ketergantungan pihak ketiga? Ketika aspek bisnis lebih dominan ketimbang aspek kemanusiaan, maka esensi dari program jaminan sosial itu sendiri sebenarnya sudah mati sejak dalam pikiran.

Kritik Mendasar:
Negara gagal memurnikan niat baiknya jika program pemenuhan gizi ini pada akhirnya hanya melahirkan kelas baru oligarki kecil yang lebih sibuk menghitung kerugian modal daripada menghitung kecukupan kalori anak-anak sekolah.

Membongkar Kedok Kemitraan: Saat Anggaran Diperdewakan

Anak-anak sekolah tidak butuh tahu rumitnya birokrasi, karut-marut tender, atau siapa yang memenangkan kontrak dapur umum. Hak mereka bersifat absolut dan tidak boleh dinegosiasikan: mendapatkan asupan nutrisi yang layak demi masa depan. Membiarkan program ini mandek hanya karena urusan pembagian kue anggaran yang belum merata adalah bentuk penelantaran struktural yang dilakukan secara sadar.

Realitas Ego Sentris di Balik Polemik

Fokus Anak: Menuntut kepastian hak atas makanan sehat untuk tumbuh kembang dan konsentrasi belajar.

Fokus Makelar: Menuntut kepastian perpanjangan kontrak, kelancaran pembayaran, dan jaminan profit korporasi.

Saatnya Bersih-Bersih: Putus Rantai Pemburu Rente!

Kemacetan operasional ini tidak boleh diselesaikan dengan sekadar kompromi di bawah meja untuk memuaskan para rekanan yang mengamuk. Pemerintah harus mengambil langkah radikal:

Pangkas Rantai Pasok yang Gemuk: Singkirkan vendor-vendor besar yang hanya bertindak sebagai broker. Kembalikan pengelolaan dana gizi secara langsung ke pihak sekolah atau komunitas orang tua lokal yang jauh lebih tulus mengurus isi piring anak-anak.

Audit Investigatif Menyeluruh: Periksa ke mana saja aliran dana mengalir selama ini. Jangan sampai anggaran yang keluar dari kas negara berlabel gizi anak, namun mayoritas justru terserap untuk biaya operasional birokrasi dan keuntungan korporasi.

Negara ini tidak akan pernah besar jika masa depannya dipertaruhkan di atas meja judi para pemburu proyek. Anak-anak Indonesia berhak mendapatkan hak mereka secara utuh, bersih, dan tanpa syarat. Jika pemerintah tidak mampu membersihkan program ini dari para lintah anggaran, maka hentikan retorika kosong tentang Indonesia Emas, karena yang sedang kita bangun hari ini tak lebih dari sekadar Indonesia Cemas.

Tags: Mbg
ShareTweetPin
Previous Post

Mualem Ungkap Kemiskinan di Aceh Melonjak Jadi 17 Persen Pasca Bencana Hidrometeorologi

Next Post

Wakil Bupati Aceh Utara Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPK RI Aceh

Konten Terkait

Ayahwa Ingatkan Warga Aceh Utara Waspada, Bibit Siklon 98B Picu Ancaman Hujan Ekstrem
News

Ayahwa Ingatkan Warga Aceh Utara Waspada, Bibit Siklon 98B Picu Ancaman Hujan Ekstrem

27 Oktober 2026

ACEH UTARA | Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab...

PNL Sosialisasikan Si iLeume untuk Tingkatkan Kinerja Layanan Akademik
News

PNL Sosialisasikan Si iLeume untuk Tingkatkan Kinerja Layanan Akademik

26 Oktober 2026

LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pendidikan...

Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita
News

Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

26 Oktober 2026

LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe mengungkap kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penadahan yang...

Wakili Aceh Utara, Penggerak HAM Gampong Keutapang Lhoksukon Ikuti Musrenbang HAM dan Rakor Nasional Penggerak HAM 2026
News

Wakili Aceh Utara, Penggerak HAM Gampong Keutapang Lhoksukon Ikuti Musrenbang HAM dan Rakor Nasional Penggerak HAM 2026

26 Oktober 2026

JAKARTA — Marzuki AR, Penggerak Hak Asasi Manusia (HAM) dari Gampong Keutapang, Kecamatan Lhoksukon,...

Next Post
Wakil Bupati Aceh Utara Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPK RI Aceh

Wakil Bupati Aceh Utara Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPK RI Aceh

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.