ACEH JAYA | Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh. Teungku Nyak Sandang, sosok yang dikenal luas atas jasanya sebagai salah satu donatur utama pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026).
Teungku Nyak Sandang mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 12.20 WIB di kediamannya, Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya (Lamno), Kabupaten Aceh Jaya.
Berita kepergian sosok inspiratif ini segera tersebar luas di berbagai kanal media sosial dan memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan.
Nama Teungku Nyak Sandang memiliki catatan emas dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Bersama masyarakat Aceh lainnya pada tahun 1948, ia merespons seruan Presiden Soekarno untuk membantu negara yang baru merdeka tersebut memiliki armada udara sendiri.
Melalui sumbangan harta benda dari rakyat Aceh, Indonesia akhirnya mampu membeli pesawat Dakota RI-001 Seulawah, yang kemudian menjadi cikal bakal maskapai nasional Garuda Indonesia.
Almarhum dikenal luas sebagai sosok yang sangat berjasa dalam dunia penerbangan di Aceh, khususnya melalui pengabdiannya dalam sejarah pesawat Seulawah RI yang menjadi ikon transportasi udara nasional
Hingga saat ini, ungkapan duka cita dan doa terus mengalir bagi almarhum. Masyarakat mengenangnya bukan hanya sebagai saksi sejarah, melainkan sebagai simbol patriotisme dari Serambi Mekkah.
Kepergian Teungku Nyak Sandang menandai hilangnya salah satu tautan sejarah penting antara perjuangan rakyat Aceh dan kedaulatan dirgantara Republik Indonesia.









