TABANAN -Suasana haru dan derai air mata menyelimuti proses pemakaman seorang ayah di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Sang anak histeris dan terus memanggil-manggil ayahnya, sebelum akhirnya ditenangkan oleh warga yang berada di lokasi pemakaman.
Di lansir dari beritasatu, Tragedi pilu ini bermula ketika sang ayah meregang nyawa setelah menjadi sasaran amuk massa akibat diduga melakukan pencurian ayam. Aksi main hakim sendiri yang terjadi pada Jumat (24/7) dini hari tersebut membuat situasi di lokasi sempat mencekam dan memanas.
Kemarahan warga yang tak terbendung bahkan berujung pada perusakan sepeda motor yang diduga digunakan oleh korban dilaporkan hangus dibakar di tempat.
Tangis sang anak yang pecah di hadapan jasad ayahnya menjadi saksi bisu dari akhir tragis peristiwa tersebut.
Saat ini, aparat kepolisian setempat masih mendalami kronologi lengkap serta mengusut tuntas motif di balik aksi main hakim sendiri yang merenggut nyawa korban.








