Jakarta – Langkah efisiensi besar-besaran kembali digencarkan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setelah PT PLN (Persero) sukses memangkas jumlah anak usahanya dari 44 menjadi 23 perusahaan, kini giliran PT Pupuk Indonesia (Persero) yang melakukan aksi serupa. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 42 entitas usaha bakal dipangkas secara bertahap hingga tahun 2027 mendatang.
Kabar restrukturisasi massal ini diumumkan langsung oleh Badan Pengaturan (BP) BUMN melalui akun Instagram resmi mereka, @bumn.id.
Merujuk pada rencana strategis perusahaan, Pupuk Indonesia yang mencatat kepemilikan 57 entitas usaha pada tahun 2025, menargetkan penyederhanaan yang cukup drastis menjadi hanya 17 entitas saja pada akhir tahun 2026. Skema perampingan ini dipastikan terus berlanjut hingga menyisakan 15 entitas pada tahun 2027.
Transformasi bisnis ini nantinya akan membawa Pupuk Indonesia masuk ke dalam struktur baru yang jauh lebih ramping dan fokus. Ke depan, operasional raksasa pupuk nasional ini akan ditopang oleh tiga Sub-Holding utama, yaitu: Agrichemical, Industrial Chemical, Clean Ammonia
Ketiga Sub-Holding tersebut juga akan didukung penuh oleh Feedstock Co. yang bertindak khusus sebagai pengelola pasokan bahan baku strategis perusahaan.
Aksi korporasi ini pun dikawal ketat oleh pucuk pimpinan regulator. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dilaporkan telah menggelar pertemuan bersama Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan.
Pertemuan intensif tersebut digelar khusus untuk membahas perkembangan pelaksanaan streamlining serta peta jalan (roadmap) transformasi bisnis di tubuh Pupuk Indonesia Group.
Pembahasan antarpimpinan ini difokuskan pada percepatan penataan portofolio usaha, penyederhanaan struktur perusahaan, penguatan fokus pada bisnis inti (core business), serta pembentukan ekosistem bisnis yang jauh lebih terintegrasi.
Melalui perombakan total ini, Pupuk Indonesia diharapkan mampu berlari lebih kencang di pasar domestik maupun global.
“Melalui struktur baru tersebut, Pupuk Indonesia diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing industri pupuk dan petrokimia nasional, serta mendukung pertumbuhan perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tulis akun @bumn.id, dikutip Rabu (3/6/2026).









