Palestina — Seorang wanita hamil asal Palestina kehilangan buah hatinya yang berusia enam bulan dalam kandungan akibat penahanan ambulans oleh tentara Israel di pos pemeriksaan militer Awarta, sebelah selatan Nablus, Tepi Barat yang diduduki.
Peristiwa ini diungkapkan oleh petugas ambulans Qaryut, Bashar Al-Qaryouti, sebagaimana dilaporkan kantor berita WAFA. Menurut keterangan tersebut, aparat militer Israel menutup gerbang pos pemeriksaan dan sengaja menahan kendaraan darurat yang membawa korban selama lebih dari 30 menit.
Di tengah kondisi kritis akibat pendarahan hebat, wanita tersebut justru dipaksa menjalani pemeriksaan militer terlebih dahulu. Tak hanya itu, tentara Israel juga memerintahkan kru ambulans untuk mematikan mesin kendaraan, yang menyebabkan seluruh peralatan pendukung medis di dalam ambulans berhenti beroperasi.
Setelah penahanan yang berlangsung setengah jam lebih tersebut, ambulans akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan ke rumah sakit. Tim dokter berhasil menyelamatkan nyawa sang ibu, namun janin yang dikandungnya tidak dapat diselamatkan.








