Makassar | Langkah nyata kembali ditunjukkan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di sektor perikanan. Ratusan petambak di Sulawesi Selatan (Sulsel) kini bisa tersenyum lega berkat program “Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi” yang sukses digelar di tiga kabupaten, yakni Maros, Barru, dan Pangkep pada 22 hingga 23 Juli 2026.
Direktur Manajemen Aset Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, mengungkapkan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang edukasi penting. Tujuannya, agar para pembudidaya ikan makin paham aturan main tata kelola pupuk subsidi sekaligus mempercepat proses penebusannya di lapangan.
“Pupuk subsidi untuk sektor perikanan ini adalah wujud nyata hadirnya pemerintah untuk mendongkrak hasil panen petambak. Tapi, tentu butuh kolaborasi dari hulu ke hilir, mulai dari Pemda, penyuluh, hingga kelompok petambak itu sendiri agar distribusinya sesuai aturan main,” beber Tri Wahyudi.
Tahun 2026 ini memang menjadi momentum krusial. Pemerintah telah mengunci alokasi pupuk khusus untuk petambak ikan. Namun, ada syarat mutlaknya: petambak harus tergabung dalam kelompok dan sudah terdaftar di sistem e-RDKK milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Bantuan ini secara spesifik disasar untuk pembudidaya komoditas unggulan seperti bandeng, udang vaname, udang windu, nila, gurame, ikan mas, lele, hingga patin.
Untuk mempermudah akses, Pupuk Indonesia juga turun gunung mensosialisasikan tata cara transaksi menggunakan aplikasi i-Pubers. Tak hanya teori, acara ini langsung dilanjutkan dengan aksi nyata. Sekitar 200 petambak langsung memborong pupuk subsidi lewat sesi Tebus Bersama.
Total ada 94,2 ton pupuk yang berhasil ditebus hari itu juga. Rinciannya cukup masif: 49,5 ton Urea, 28,8 ton SP-36, dan 15,8 ton Petroganik.
“Kita pastikan penyaluran ini memegang teguh prinsip 7 Tepat, yaitu tepat jenis, jumlah, harga, waktu, tempat, mutu, dan pastinya tepat sasaran,” tegas Tri.
Inisiatif jemput bola ini langsung mendapat acungan jempol dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menilai kehadiran Pupuk Indonesia sangat mempermudah warga pesisir.
“Akses pupuk yang mudah jelas bikin petambak makin produktif. Kami sangat mengapresiasi dan berharap sinergi keren dengan Pupuk Indonesia ini terus diperkuat demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Abustan.
Buat para petambak di Sulsel, urusan stok rupanya tak perlu dibikin pusing. Hingga 20 Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di provinsi ini sudah menyentuh angka 448.879 ton, atau sekitar 47 persen dari total pagu tahunan yang mencapai 960.329 ton.
Sebagai jaminan keamanan pasokan, Pupuk Indonesia saat ini masih menahan stok sebanyak 78.098 ton di gudang Lini II dan III yang siap digelontorkan kapan saja untuk bumi Anging Mammiri. Lewat kolaborasi ini, target menjadikan sektor perikanan Sulsel makin berdaya saing sepertinya bukan sekadar isapan jempol belaka. (*)








