LHOKSUKON | Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam penyerahan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (24/1/2026).
Santunan diberikan sebagai tindak lanjut Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 467.1/11/2026 tentang Penetapan Korban Meninggal Dunia Akibat Bencana Alam Banjir dan Longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini turut dihadiri Anggota DPD RI asal Aceh Azhari Cage, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Utara, di antaranya Ketua DPRK Aceh Utara, Kapolres Aceh Utara, Kapolres Lhokseumawe, Dandim 0103/Aceh Utara, dan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tarmizi Panyang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kehadiran langsung Menteri Sosial RI di tengah masyarakat Aceh Utara yang tengah berduka. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi penguat moril bagi keluarga korban bencana.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengucapkan terima kasih atas perhatian besar pemerintah pusat. Santunan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan serta menjadi penguat semangat dalam menjalani kehidupan ke depan,” ujar Tarmizi.
Ia juga menyampaikan bahwa bencana banjir dengan curah hujan tinggi pada November 2025 lalu berdampak luas pada 25 kecamatan di Aceh Utara, sehingga membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam proses pemulihan.
Di hadapan Menteri Sosial RI beserta rombongan, Tarmizi menegaskan bahwa dampak bencana hingga kini masih sangat dirasakan oleh masyarakat. Proses pemulihan memang terus berjalan, namun belum sepenuhnya menjangkau seluruh aspek kehidupan warga terdampak.
“Kondisi Aceh Utara saat ini belum bisa dikatakan pulih sepenuhnya. Masih banyak warga yang bertahan dengan keterbatasan tempat tinggal, kondisi ekonomi yang rapuh, serta pemenuhan kebutuhan dasar yang belum optimal,” ungkapnya.
Ia menilai, masyarakat tidak cukup hanya menerima bantuan bersifat sementara, melainkan membutuhkan pendampingan jangka panjang hingga kehidupan mereka benar-benar kembali stabil. Oleh karena itu, Tarmizi berharap kehadiran Menteri Sosial RI dapat membuka ruang perhatian dan dukungan yang lebih besar dari pemerintah pusat dalam mempercepat proses pemulihan di Aceh Utara.
“Kunjungan ini kami harapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan serta langkah konkret demi memastikan masyarakat Aceh Utara bangkit dari dampak bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menegaskan komitmen Kementerian Sosial untuk terus mempercepat pemulihan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana. Selain santunan duka bagi ahli waris korban meninggal dunia, Kemensos juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan lanjutan.
“Kemensos tidak hanya hadir pada masa darurat, tetapi juga memastikan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana berjalan secara berkelanjutan,” kata Gus Ipul.
Ia menjelaskan, bantuan pascabencana meliputi bantuan logistik, pendampingan psikososial, serta bantuan modal usaha bagi warga terdampak guna menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.
Penyerahan santunan berlangsung khidmat, sarat empati, serta harapan akan pemulihan sosial di Kabupaten Aceh Utara.
Pemerintah daerah bersama Kementerian Sosial memastikan proses pendampingan dan pemantauan terhadap warga terdampak banjir akan terus dilakukan melalui Dinas Sosial setempat, guna memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan.









