LANGSA – Forum Silaturahmi OSIS Bersatu (FORSIBA) Kota Langsa dipercaya mengisi materi dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai tanggal 10 – 23 Juli 2026 di sejumlah SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Langsa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi FORSIBA dengan sekolah dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan budaya positif di kalangan peserta didik baru.
Materi yang dibawakan FORSIBA meliputi kepemimpinan pelajar, membangun kepercayaan diri, kerja sama tim (team building), etika bermedia sosial, pencegahan perundungan (bullying), bahaya penyalahgunaan narkoba, serta penguatan nilai-nilai karakter sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan menengah.
Pembina FORSIBA Kota Langsa, Afrizal Refo, M.A., mengatakan bahwa keterlibatan FORSIBA dalam MPLS merupakan bentuk kontribusi nyata organisasi pelajar dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah.
“Kami ingin MPLS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan dan membangun karakter peserta didik. FORSIBA hadir untuk mengajak siswa baru menjadi pelajar yang berintegritas, disiplin, percaya diri, peduli, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” kata Afrizal, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Karena itu, peserta didik perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, serta kemampuan memilih lingkungan pergaulan yang positif.
Dalam pelaksanaannya, FORSIBA menerapkan metode pembelajaran interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, permainan edukatif, hingga ice breaking yang bertujuan membangun kekompakan antarpeserta. Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari siswa karena mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan tidak membosankan.
Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah sesi team building. Melalui berbagai tantangan kelompok, siswa diajak memahami pentingnya kerja sama, komunikasi, saling percaya, dan kepemimpinan dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Selain itu, peserta juga mengikuti sesi motivasi bertajuk “Aku Bernilai, Aku Mampu, Aku Siap Berkarya” yang bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian menyampaikan pendapat di depan umum. Menurut Afrizal, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki pelajar di era global.
FORSIBA juga memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak. Peserta diingatkan agar mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana belajar, mengembangkan kreativitas, dan menyebarkan konten positif, sekaligus menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun tindakan perundungan di dunia maya.
Di sisi lain, materi mengenai bahaya narkoba, kenakalan remaja, dan perundungan disampaikan melalui diskusi yang melibatkan peserta secara aktif. Siswa diajak memahami dampak dari setiap perilaku negatif serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Sejumlah sekolah yang menjadi lokasi kegiatan mengapresiasi kontribusi FORSIBA dalam mendukung pelaksanaan MPLS. Kehadiran organisasi tersebut dinilai mampu memberikan warna baru dalam proses pengenalan lingkungan sekolah melalui pendekatan yang lebih dekat dengan dunia pelajar.
Afrizal berharap sinergi antara FORSIBA dan sekolah dapat terus berlanjut melalui berbagai program pembinaan kepemimpinan, pelatihan karakter, kegiatan sosial, serta pengembangan organisasi pelajar di Kota Langsa.
“Kami percaya pelajar bukan hanya penerima manfaat pendidikan, tetapi juga agen perubahan. Karena itu, FORSIBA akan terus berupaya melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat, daerah, serta bangsa,” pungkasnya.
Melalui keikutsertaan dalam MPLS tahun ini, FORSIBA kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda di Kota Langsa.









