JAKARTA – Pemerintah pusat menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kearifan lokal di tengah masa pemulihan pascabencana. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyalurkan bantuan sebesar Rp72,75 miliar guna mendukung pelaksanaan tradisi meugang bagi masyarakat Aceh yang terdampak banjir Sumatera menjelang Idulfitri 2026.
Penyaluran bantuan tersebut dikonfirmasi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.
Bantuan ini menyasar masyarakat di wilayah yang masih dalam tahap pemulihan agar tetap dapat merayakan momen kebersamaan menyambut hari raya. Berdasarkan data teknis, total anggaran Rp72,75 miliar tersebut disalurkan ke 19 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, mencakup 1.455 desa terdampak, dengan alokasi masing-masing desa sebesar Rp50 juta.
Dana bantuan telah ditransfer langsung ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) melalui Bank Aceh Syariah untuk selanjutnya digunakan dalam pengadaan sapi meugang.
Tradisi meugang, yang identik dengan penyembelihan dan konsumsi daging sapi bersama keluarga, merupakan warisan budaya yang sakral bagi masyarakat Aceh. Aspirasi untuk tetap menjalankan tradisi ini tetap kuat meski warga berada dalam kondisi pascabencana.
“Pemerintah merespons cepat permintaan tersebut sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujar Tito dalam keterangannya.
Penyaluran Bantuan Kemasyarakatan Presiden untuk pembelian sapi meugang di seluruh kabupaten/kota di Aceh dipastikan telah rampung. Transfer dilakukan secara serentak pada 17 Maret 2026 ke RKUD masing-masing daerah.
Bendahara Pengeluaran Bantuan Kemasyarakatan Presiden, Tatang, menyatakan seluruh proses administrasi dan penyaluran dana telah selesai tanpa kendala berarti.
“Dana sudah ditransfer ke seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk kebutuhan pembelian sapi meugang,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan data rincian, total anggaran yang disalurkan mencapai Rp72,75 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi desa-desa terdampak di berbagai daerah, seperti Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Timur, hingga Aceh Tengah dan Gayo Lues.
Setiap desa penerima memperoleh alokasi sekitar Rp50 juta untuk pembelian sapi dalam rangka tradisi meugang menjelang hari besar keagamaan. Jumlah desa penerima bervariasi di tiap daerah, bergantung pada tingkat dampak bencana.
Kabupaten Aceh Utara tercatat menerima alokasi terbesar, yakni Rp19,55 miliar untuk 391 desa. Sementara itu, Kota Langsa memperoleh Rp600 juta untuk 12 desa, dan Kabupaten Simeulue menerima Rp250 juta untuk lima desa.
Seluruh dana disalurkan melalui Bank Aceh Syariah ke RKUD masing-masing daerah. Pemerintah kabupaten/kota selanjutnya bertanggung jawab atas proses pembelian serta distribusi sapi kepada masyarakat.
Dengan rampungnya penyaluran ini, pemerintah berharap pelaksanaan meugang tahun ini dapat berlangsung lancar sekaligus membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana di Aceh.
Sebelumnya, pada awal Ramadan 2026, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan serupa senilai Rp72,72 miliar. Dengan tambahan tahap kedua ini, diharapkan semangat Idulfitri serta nilai kebersamaan masyarakat Aceh tetap terjaga dengan khidmat.









