Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
No Result
View All Result
Subscribe
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Konflik Keramba di Waduk Pusong Memanas, Warga Lapor ke DPR RI

Konflik Keramba di Waduk Pusong Memanas, Warga Lapor ke DPR RI

Redaksi by Redaksi
31 Maret 2026
in News
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Lhokseumawe – Konflik antara petani keramba dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe kian memanas setelah satu unit excavator amphibi diturunkan ke dalam Waduk Pusong untuk membongkar keramba milik warga.

Sejumlah warga yang menggantungkan hidup dari usaha keramba di waduk tersebut mengadukan dugaan perusakan tempat usaha mereka ke Komisi III DPR RI serta Forum Bersama Anggota DPR/DPD RI asal Aceh di Jakarta.

Aidil, yang mewakili warga, menyebut pembongkaran yang terjadi pada Minggu (29/3/2026) telah merugikan masyarakat secara langsung. Ia menjelaskan, saat itu alat berat jenis excavator amphibi masuk ke area waduk dengan pengawalan aparat kepolisian dan merusak sejumlah keramba milik warga.

Konten Terkait

Dinsos Aceh Sambut Kunjungan Bupati Aceh Tenggara, Perkuat Sinergi Bantuan Sosial dan Kesiapsiagaan Bencana

Dinsos Aceh Sambut Kunjungan Bupati Aceh Tenggara, Perkuat Sinergi Bantuan Sosial dan Kesiapsiagaan Bencana

16 April 2026
TA Khalid Soroti Pengelolaan Dana Otsus Aceh yang Belum Optimal bagi Kesejahteraan Masyarakat

TA Khalid Soroti Pengelolaan Dana Otsus Aceh yang Belum Optimal bagi Kesejahteraan Masyarakat

15 April 2026
Mendagri Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang dan Dikembalikan ke Besaran 2%

Mendagri Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang dan Dikembalikan ke Besaran 2%

14 April 2026
Polsek Samudera Pastikan Situasi Kamtibmas di Desa Keude Geudong Aman Terkendali

Polsek Samudera Pastikan Situasi Kamtibmas di Desa Keude Geudong Aman Terkendali

14 April 2026

“Kami kehilangan mata pencaharian. Keramba itu sumber hidup kami selama puluhan tahun,” ujar Aidil.

Sebelumnya, pada 26 Maret 2026, Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas PUPR telah melayangkan surat kepada para keuchik di wilayah sekitar Waduk Pusong. Dalam surat tersebut, pemilik keramba diminta segera memindahkan usaha mereka ke lokasi relokasi yang telah disediakan serta menghentikan seluruh aktivitas di dalam waduk.

Namun, warga menilai kebijakan tersebut tidak dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi. Mereka mengaku tidak pernah mendapatkan pembinaan maupun dukungan dari pemerintah daerah untuk mengembangkan usaha perikanan keramba.

“Bukan dibina, kami justru terus ditekan untuk membongkar keramba. Sekarang malah dibongkar paksa,” lanjut Aidil.

Selain itu, warga juga mengaku mengalami tekanan psikologis. Salah satu petani keramba bahkan dipanggil oleh pihak kepolisian terkait dugaan pencurian pintu air waduk.

Padahal, menurut warga, terdapat saksi yang melihat bahwa pembongkaran pintu air justru dilakukan oleh pihak Dinas PUPR menggunakan alat berat pada siang hari.

Peristiwa tersebut disebut berdampak serius terhadap usaha warga. Kenaikan debit air pasca pembukaan pintu air diduga menyebabkan kematian ikan dalam keramba, sehingga menambah kerugian masyarakat.

Meski surat pemanggilan berbentuk undangan, warga mengaku merasa terintimidasi. Mereka menilai kondisi tersebut semakin memperkuat tekanan agar masyarakat segera menghentikan usaha keramba di waduk.

“Atas kondisi ini, kami memohon perlindungan hukum dan keadilan. Kami hanya ingin mencari nafkah dengan tenang untuk keluarga kami,” tegas Aidil.

Sementara itu, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum atas dugaan perusakan tersebut.

“Kami sedang mempersiapkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh aparat,” ujar Monica, Pengacara Publik YARA.

Tags: Berita Lhokseumawe
ShareTweetPin
Previous Post

Dari Arun ke PEMA Global Energi: Transformasi Blok B sebagai Pilar Kemandirian Energi Aceh

Next Post

Allah Itu Maha Baik: Melihat Hikmah di Setiap Keadaan

Konten Terkait

Dinsos Aceh Sambut Kunjungan Bupati Aceh Tenggara, Perkuat Sinergi Bantuan Sosial dan Kesiapsiagaan Bencana
News

Dinsos Aceh Sambut Kunjungan Bupati Aceh Tenggara, Perkuat Sinergi Bantuan Sosial dan Kesiapsiagaan Bencana

16 April 2026

Banda Aceh — Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM menyambut langsung kunjungan...

TA Khalid Soroti Pengelolaan Dana Otsus Aceh yang Belum Optimal bagi Kesejahteraan Masyarakat
News

TA Khalid Soroti Pengelolaan Dana Otsus Aceh yang Belum Optimal bagi Kesejahteraan Masyarakat

15 April 2026

JAKARTA | Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, TA Khalid, menyoroti pengelolaan dana otonomi...

Mendagri Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang dan Dikembalikan ke Besaran 2%
News

Mendagri Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang dan Dikembalikan ke Besaran 2%

14 April 2026

Jakarta | Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengusulkan perpanjangan dana otonomi khusus (otsus)...

Polsek Samudera Pastikan Situasi Kamtibmas di Desa Keude Geudong Aman Terkendali
News

Polsek Samudera Pastikan Situasi Kamtibmas di Desa Keude Geudong Aman Terkendali

14 April 2026

Aceh Utara – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek...

Next Post
Allah Itu Maha Baik: Melihat Hikmah di Setiap Keadaan

Allah Itu Maha Baik: Melihat Hikmah di Setiap Keadaan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.