Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
No Result
View All Result
Subscribe
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Kebijakan Publik yang Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah

Kebijakan Publik yang Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah

Redaksi by Redaksi
15 Januari 2026
in Artikel, News, Opini
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Lhokseumawe – Manifesto Politik Alternatif 2029 Demokrasi Tidak Boleh Mundur, Tetapi Harus Dikoreksi.

Mengawali catatan opini ini, semoga kita senantiasa diberi kesehatan dan kejernihan berpikir dalam membaca arah demokrasi yang sedang diuji.

Demokrasi Indonesia kembali berada di persimpangan jalan. Wacana penghapusan pemilihan langsung untuk jabatan-jabatan politik tertentu kembali mencuat, dengan dalih klasik: efisiensi, kualitas pemimpin, dan pemberantasan politik uang. Dalih ini terdengar rasional di permukaan, namun menyimpan persoalan mendasar jika tidak dibedah secara jujur.

Konten Terkait

Camat Samudera Apresiasi Rencana Pembangunan Pesantren Modern di Beuringen

Camat Samudera Apresiasi Rencana Pembangunan Pesantren Modern di Beuringen

17 April 2026
Kapolsek Meurah Mulia Bersama Muspika Cek Irigasi, Pastikan Sawah Segera Dialiri Air

Kapolsek Meurah Mulia Bersama Muspika Cek Irigasi, Pastikan Sawah Segera Dialiri Air

17 April 2026
Plt Sekda Aceh Utara Jamaluddin Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Pesantren Modern di Samudera

Plt Sekda Aceh Utara Jamaluddin Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Pesantren Modern di Samudera

17 April 2026
Bupati Aceh Utara Minta BPJS Tangguhkan Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga

Bupati Aceh Utara Minta BPJS Tangguhkan Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga

17 April 2026

Masalah utama demokrasi kita bukan terletak pada rakyat sebagai pemilih, melainkan pada sistem dan aktor politik yang gagal menjaga integritas proses demokrasi itu sendiri. Ketika politik uang merajalela, wakil rakyat kehilangan akuntabilitas, dan partai politik menjelma menjadi kendaraan elite, solusi yang diambil justru sering kali memangkas hak rakyat, bukan membenahi institusi yang bermasalah.

Di sinilah letak kekeliruan berpikir. Demokrasi tidak boleh dimundurkan atas nama kualitas, seolah-olah rakyat adalah sumber masalah. Padahal, selama ini rakyat hanya dijadikan objek elektoral lima tahunan, tanpa memiliki instrumen nyata untuk mengontrol dan mengevaluasi wakil yang mereka pilih.

Pemilihan langsung yang sangat personalistik telah melahirkan kompetisi mahal. Biaya politik yang tinggi mendorong kandidat terjerumus pada praktik transaksional. Ironisnya, setelah terpilih, rakyat tidak memiliki kuasa untuk mencabut mandat tersebut, sementara partai politik pun kerap lepas tangan. Inilah paradoks demokrasi liberal yang kita alami.

Karena itu, diperlukan koreksi arah, bukan pembatalan demokrasi. Salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan adalah mengembalikan kontestasi politik kepada partai politik, bukan individu.

Rakyat cukup memilih partai berdasarkan ideologi, rekam jejak, dan program kerakyatan yang ditawarkan. Sementara itu, penunjukan wakil rakyat dilakukan melalui mekanisme internal partai yang transparan, akuntabel, dan dapat diawasi publik.

Dengan sistem seperti ini, partai politik tidak lagi bisa bersembunyi di balik figur populer. Tanggung jawab politik melekat langsung pada institusi partai. Politik uang di tingkat akar rumput dapat ditekan, karena kompetisi tidak lagi berbasis personal, melainkan programatik. Selain itu, anggaran pemilu menjadi jauh lebih efisien.

Tentu saja, sistem ini menuntut prasyarat penting: reformasi serius terhadap partai politik dan penyelenggara pemilu. Partai harus membuka proses kaderisasi dan seleksi wakil rakyat secara transparan. Penyelenggara pemilu harus benar-benar independen, bukan sekadar netral di atas kertas.

Bagi daerah seperti Aceh, yang memiliki sejarah konflik dan patronase politik yang kuat, koreksi sistem demokrasi menjadi semakin relevan. Demokrasi pasca-perdamaian seharusnya menjadi ruang pembelajaran politik yang bermartabat, bukan ladang transaksi kekuasaan yang berulang.

Opini ini tidak dimaksudkan sebagai kebenaran final, melainkan sebagai undangan berpikir bersama. Demokrasi tidak akan sehat jika hanya dijaga oleh elite, dan tidak akan dewasa jika rakyat terus dianggap sebagai beban. Yang kita perlukan adalah demokrasi yang dikoreksi secara berani, agar tetap berpihak pada rakyat dan masa depan Republik.

Semoga demokrasi kita mampu menemukan jalan terbaiknya sendiri, bukan dengan meminggirkan rakyat, melainkan dengan memperbaiki tatanan politik menuju demokrasi yang lebih berkualitas dan bermartabat.

 

 

 

 

Penulis: Penulis : Sofyan, S.Sos Pemerhati Kebijakan Publik
Tags: berita acehHukum Indonesia
ShareTweetPin
Previous Post

Pelukan dan Air Mata Ayahwa di Sarah Raja, Duka Pascabanjir Bandang

Next Post

Mentan dan Komisi IV DPR RI Turun ke Aceh Utara, Bupati Ayah Wa Kawal Pemulihan Sawah Petani

Konten Terkait

Camat Samudera Apresiasi Rencana Pembangunan Pesantren Modern di Beuringen
News

Camat Samudera Apresiasi Rencana Pembangunan Pesantren Modern di Beuringen

17 April 2026

ACEH UTARA - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara untuk membangun pesantren modern di...

Kapolsek Meurah Mulia Bersama Muspika Cek Irigasi, Pastikan Sawah Segera Dialiri Air
News

Kapolsek Meurah Mulia Bersama Muspika Cek Irigasi, Pastikan Sawah Segera Dialiri Air

17 April 2026

Lhokseumawe – Kapolsek Meurah Mulia Ipda Mukhlis, S.H bersama unsur Muspika Kecamatan Meurah Mulia...

Plt Sekda Aceh Utara Jamaluddin Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Pesantren Modern di Samudera
News

Plt Sekda Aceh Utara Jamaluddin Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Pesantren Modern di Samudera

17 April 2026

ACEH UTARA | Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai mematangkan rencana pembangunan pesantren modern yang...

Bupati Aceh Utara Minta BPJS Tangguhkan Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga
News

Bupati Aceh Utara Minta BPJS Tangguhkan Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga

17 April 2026

ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE., MM., menyampaikan pernyataan tegas...

Next Post
Mentan dan Komisi IV DPR RI Turun ke Aceh Utara, Bupati Ayah Wa Kawal Pemulihan Sawah Petani

Mentan dan Komisi IV DPR RI Turun ke Aceh Utara, Bupati Ayah Wa Kawal Pemulihan Sawah Petani

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.