ACEH UTARA – Duka mendalam masih menyelimuti warga Dusun Sarah Raja, Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pascabanjir bandang dan longsor yang menerjang permukiman mereka pada November 2025 lalu. Di tengah keterisolasian dan keterbatasan akses, kehadiran langsung Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM, yang akrab disapa Ayahwa, menjadi penguat harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Kunjungan tersebut berlangsung penuh haru. Tangis warga pecah saat Ayahwa tiba di dusun pedalaman itu. Dalam dokumentasi visual yang beredar, tampak Bupati memeluk erat seorang warganya sambil meneteskan air mata. Momen itu menjadi simbol luapan emosi dan penderitaan panjang masyarakat Sarah Raja yang selama ini hidup terisolasi, kian terpuruk setelah diterjang banjir bandang.
Ayahwa pun terlihat larut dalam suasana. Ia menyaksikan secara langsung kondisi rumah warga yang rusak, fasilitas umum yang tidak berfungsi optimal, serta keterbatasan akses dasar yang hingga kini masih dirasakan masyarakat setempat.
Perjalanan menuju Dusun Sarah Raja tidak mudah. Rombongan Bupati harus menempuh jalur sungai menggunakan perahu kayu bermesin, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati medan berlumpur dan jalur sempit yang sulit dilalui. Akses tersebut menjadi satu-satunya jalur bagi warga untuk keluar masuk dusun, termasuk saat bencana melanda.
Dalam kunjungan itu, Ayahwa tidak sekadar melihat kondisi lapangan, tetapi juga menyerahkan langsung sejumlah bantuan untuk meringankan beban warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memberikan bantuan dana pembelian minyak genset sebagai sumber penerangan utama masyarakat, serta bantuan biaya transportasi perahu untuk mendukung mobilitas dan distribusi logistik.
Selain bantuan darurat, Ayahwa juga mencatat berbagai kebutuhan mendesak yang menjadi aspirasi warga. Beberapa prioritas yang akan ditindaklanjuti pemerintah daerah di antaranya rehabilitasi dan pembangunan SD Negeri 15 Sarah Raja, penyediaan jaringan telekomunikasi melalui pembangunan tower Telkom, sambungan listrik PLN, pengaktifan kembali Puskesmas Pembantu (Pustu), pengadaan genset beserta bahan bakarnya, penyediaan speaker masjid, perbaikan akses jalan, serta pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi korban banjir bandang.
“Kita tidak ingin warga terus bertahan dalam kondisi darurat. Bantuan pangan, selimut, genset, terpal, dan perlengkapan dapur umum terus kita suplai,” ujar Ayahwa di sela kunjungan pada Rabu, 14 Januari 2026.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana, dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta sejumlah BUMN.
“Insyaallah hunian sementara kita targetkan rampung sebelum Ramadan, agar masyarakat tidak lagi tinggal di tenda darurat,” katanya.
Tangisan warga Sarah Raja menjadi pengingat bahwa masih ada wilayah di Aceh Utara yang membutuhkan perhatian serius pascabencana. Kunjungan langsung Bupati Aceh Utara ini menegaskan kehadiran negara di tengah masyarakat pedalaman, sekaligus memastikan bahwa pemulihan pascabanjir bandang dilakukan secara menyeluruh dan berkeadilan.









