JAKARTA | Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta kembali berlanjut pada Senin (15/6/2026). Setelah aksi besar yang dimotori BEM UI dan berbagai elemen mahasiswa pada Jumat (12/6/2026) lalu, kini giliran mahasiswa dari sejumlah kampus yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Aksi hari ini dipusatkan di sekitar Istana Negara, Jakarta. Demonstrasi ini dikoordinasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) dan diperkirakan diikuti oleh lebih dari 200 peserta.
Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M Abdi Maludin, menyatakan bahwa aksi ini merupakan respons terhadap kondisi nasional yang dinilai sedang tidak baik-baik saja.
“Kita melihat kondisi negara hari ini sangat terpuruk, bahwasanya negara ini sedang tidak baik-baik saja,” ujar Abdi, Minggu (14/6/2026).
Selain dari UBK, aksi unjuk rasa juga melibatkan mahasiswa dari tiga kampus lainnya di Jakarta, yakni Institut STIAMI, Universitas Trilogi, dan Universitas Paramadina. Tidak hanya di ibu kota, gerakan serupa juga dilaporkan akan berlangsung di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Selatan dan Majalengka, Jawa Barat.
Dalam unjuk rasa tersebut, mahasiswa menyampaikan enam poin tuntutan mendesak kepada pemerintah, antara lain:
1. Menghentikan sementara dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih.
2. Meninjau kembali Undang-Undang Kepolisian RI.
3. Menghentikan praktik militerisme dan menegakkan supremasi sipil.
4. Mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.
5. Menjamin hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat.
6. Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, massa mahasiswa terpantau mulai bersiap untuk menyampaikan aspirasi mereka langsung di depan Istana Negara sejak pukul 10.00 WIB. Pihak aparat keamanan diperkirakan telah bersiaga di sekitar lokasi untuk mengawal jalannya penyampaian pendapat di muka umum tersebut agar tetap kondusif.








