Aceh Utara | Dampak bencana banjir bandang yang melanda Gampong Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, pada 26 November 2025 lalu masih terus dirasakan warga. Hingga akhir Januari 2026, tercatat tiga warga meninggal dunia dalam rangkaian dampak pascabencana tersebut.
Korban pertama, Afriana, S.Sos, dilaporkan meninggal dunia pada November 2025, tidak lama setelah bencana banjir bandang menerjang wilayah tersebut.
Korban berikutnya, Khaimun Hakim (30), warga Gampong Blang Peuria, meninggal dunia pada 28 Januari 2026 akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pidie. Berdasarkan keterangan, Khaimun mengalami gangguan kesehatan setelah terdampak banjir bandang dan sempat menjalani pengobatan di Banda Aceh. Namun, dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di Aceh Utara, ia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Sementara itu, Sulaiman (57), warga Dusun Putro Beutong, Gampong Blang Peuria, meninggal dunia pada 30 Januari 2026. Ia yang berprofesi sebagai petani tersebut wafat akibat sakit komplikasi yang memburuk seiring kondisi kesehatan pascabencana.
Menurut laporan pendataan, kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir bandang turut memperburuk daya tahan tubuh korban. Sulaiman diketahui mengalami penurunan kondisi kesehatan sejak bencana melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Geuchik Gampong Blang Peuria, Husni, mengatakan bahwa para almarhum merupakan warga yang terdampak langsung bencana dan menjalani masa pemulihan dalam kondisi yang serba terbatas.
“Sejak banjir bandang akhir November lalu, kondisi kesehatan warga memang sangat rentan. Lingkungan belum sepenuhnya pulih, ekonomi warga terganggu, dan banyak warga yang kehilangan mata pencahariannya,” ujar Husni, Sabtu (31/1/2026).
Ia menambahkan, pemerintah gampong telah melakukan pendampingan serta pendataan terhadap warga terdampak, khususnya mereka yang mengalami gangguan kesehatan serius pascabencana.
“Kami sangat berduka. Ini menjadi pengingat bahwa dampak bencana tidak berhenti saat air surut. Ada efek lanjutan yang dirasakan warga hingga berbulan-bulan setelahnya,” kata Husni.
Husni juga menyampaikan bahwa seluruh data korban telah dilaporkan kepada unsur muspika Kecamatan Samudera untuk ditindaklanjuti.

Banjir bandang yang menerjang Gampong Blang Peuria tidak hanya merusak rumah dan lahan pertanian warga, tetapi juga berdampak serius terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Lingkungan yang lembap, serta tekanan ekonomi pascabencana menjadi faktor yang memperberat kondisi warga terdampak.
Hingga kini, aparat gampong bersama pihak terkait masih terus memantau kondisi kesehatan warga, terutama kelompok rentan, guna mencegah munculnya korban lanjutan akibat dampak berkepanjangan pascabencana.









