Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Wali Kota Lhokseumawe Usulkan Penataan 19,28 Hektare Kawasan Kumuh Pusong ke Kementerian PKP

Wali Kota Lhokseumawe Usulkan Penataan 19,28 Hektare Kawasan Kumuh Pusong ke Kementerian PKP

Redaksi by Redaksi
17 Oktober 2026
in News
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, mengusulkan penataan dan peremajaan kawasan kumuh Pusong seluas 19,28 hektare kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut disampaikan dalam audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Teddy Paul H. Siagian, di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe mendorong dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas kawasan permukiman Pusong, Kecamatan Banda Sakti, agar menjadi lingkungan yang lebih tertata, bersih, sehat, dan layak huni.

Rencana penataan tersebut mencakup pembenahan infrastruktur dasar, mulai dari drainase, sanitasi, jalan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air bersih.

Konten Terkait

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Aceh Tengah Belajar dari Rumah

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Aceh Tengah Belajar dari Rumah

17 Oktober 2026
Kasus Korupsi di BNPB Seret Prajurit TNI Aktif, Penanganan Hukum Jadi Sorotan

Kasus Korupsi di BNPB Seret Prajurit TNI Aktif, Penanganan Hukum Jadi Sorotan

17 Oktober 2026
Kabut Asap Selimuti Aceh, Mualem Keluarkan 10 Imbauan untuk Warga

Kabut Asap Selimuti Aceh, Mualem Keluarkan 10 Imbauan untuk Warga

17 Oktober 2026
Kadisdik Aceh Imbau Sekolah Pertimbangkan Belajar dari Rumah akibat Kabut Asap Karhutla

Kadisdik Aceh Imbau Sekolah Pertimbangkan Belajar dari Rumah akibat Kabut Asap Karhutla

16 Oktober 2026

Wali Kota Sayuti Abubakar mengatakan, penanganan kawasan kumuh membutuhkan langkah menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan kebersihan dan keberlanjutan lingkungan permukiman.

Salah satu langkah yang telah dilakukan Pemko Lhokseumawe adalah pembersihan Waduk Pusong. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung penataan kawasan permukiman di sekitarnya.

“Penataan kawasan Pusong menjadi salah satu perhatian kami agar masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan layak huni. Karena itu, pembenahan infrastruktur dan pembersihan Waduk Pusong menjadi bagian penting dari upaya tersebut,” ujar Sayuti.

Selain mengusulkn penataan kawasan kumuh, Pemko Lhokseumawe juga membahas peluang dukungan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat.

Program BSPS diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas rumah secara swadaya sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, upaya penataan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hunian warga.

Sayuti berharap audiensi tersebut dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sekaligus membuka peluang dukungan terhadap program penataan kawasan Pusong dan peningkatan kualitas rumah masyarakat.

“Kami berharap koordinasi ini dapat membuka peluang dukungan pemerintah pusat, sehingga upaya mewujudkan kawasan permukiman yang tertata dan rumah layak huni bagi masyarakat Lhokseumawe dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Melalui usulan tersebut, Pemko Lhokseumawe berupaya mendorong penanganan kawasan kumuh secara berkelanjutan. Dukungan pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat pembenahan infrastruktur dasar, menjaga kualitas lingkungan pesisir, serta meningkatkan kelayakan hunian masyarakat di kawasan Pusong.

Meski demikian, realisasi program penataan kawasan dan bantuan perumahan masih bergantung pada proses pembahasan, penilaian usulan, serta ketentuan program pemerintah pusat.

Tags: 3 Juta Tetap DibayarberitaBerita LhokseumaweGaji ManajerMeski Kopdes Belum BeroperasiPemko LhokseumaweRp 9Sayuti Abu bakar
ShareTweetPin
Previous Post

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Aceh Tengah Belajar dari Rumah

Konten Terkait

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Aceh Tengah Belajar dari Rumah
News

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Aceh Tengah Belajar dari Rumah

17 Oktober 2026

Aceh Tengah - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah memberlakukan kebijakan belajar dari...

Kasus Korupsi di BNPB Seret Prajurit TNI Aktif, Penanganan Hukum Jadi Sorotan
News

Kasus Korupsi di BNPB Seret Prajurit TNI Aktif, Penanganan Hukum Jadi Sorotan

17 Oktober 2026

JAKARTA – Kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi...

Kabut Asap Selimuti Aceh, Mualem Keluarkan 10 Imbauan untuk Warga
Artikel

Kabut Asap Selimuti Aceh, Mualem Keluarkan 10 Imbauan untuk Warga

17 Oktober 2026

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengimbau seluruh bupati dan wali kota serta...

Kadisdik Aceh Imbau Sekolah Pertimbangkan Belajar dari Rumah akibat Kabut Asap Karhutla
News

Kadisdik Aceh Imbau Sekolah Pertimbangkan Belajar dari Rumah akibat Kabut Asap Karhutla

16 Oktober 2026

BANDA ACEH | Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, mengimbau seluruh satuan pendidikan...

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.