Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
No Result
View All Result
Subscribe
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Tokoh Pemuda Langkat: BPBD Langkat Dinilai Abai terhadap Masyarakat Terdampak Banjir

Oplus_131072

Tokoh Pemuda Langkat: BPBD Langkat Dinilai Abai terhadap Masyarakat Terdampak Banjir

Redaksi by Redaksi
20 Desember 2025
in News
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Langkat | Bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Langkat dalam beberapa waktu terakhir menuai sorotan keras dari kalangan pemuda. Banjir yang terjadi akibat curah hujan ekstrem dan badai siklon tersebut telah berdampak luas pada 16 kecamatan, bahkan ditetapkan sebagai bagian dari skala prioritas nasional dalam penanganan bencana di Sumatra.

Tokoh pemuda Langkat, M. Zaky Hakim, S.H., CPM, menilai banjir ini tidak semata disebabkan faktor alam, melainkan juga diperparah oleh deforestasi di kawasan hulu serta lemahnya pengawasan pemerintah daerah selama ini.

“Banjir ini berdampak serius, mulai dari rumah warga yang terendam, akses jalan terputus, lahan pertanian rusak, hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Zaky.

Konten Terkait

Dinsos Aceh Sambut Kunjungan Bupati Aceh Tenggara, Perkuat Sinergi Bantuan Sosial dan Kesiapsiagaan Bencana

Dinsos Aceh Sambut Kunjungan Bupati Aceh Tenggara, Perkuat Sinergi Bantuan Sosial dan Kesiapsiagaan Bencana

16 April 2026
TA Khalid Soroti Pengelolaan Dana Otsus Aceh yang Belum Optimal bagi Kesejahteraan Masyarakat

TA Khalid Soroti Pengelolaan Dana Otsus Aceh yang Belum Optimal bagi Kesejahteraan Masyarakat

15 April 2026
Mendagri Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang dan Dikembalikan ke Besaran 2%

Mendagri Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang dan Dikembalikan ke Besaran 2%

14 April 2026
Polsek Samudera Pastikan Situasi Kamtibmas di Desa Keude Geudong Aman Terkendali

Polsek Samudera Pastikan Situasi Kamtibmas di Desa Keude Geudong Aman Terkendali

14 April 2026

Ironisnya, hingga saat ini sebagian warga di desa-desa pedalaman Langkat masih merasakan dampak pasca-banjir, bukan karena air yang belum surut, melainkan akibat lambannya distribusi bantuan. Bantuan dinilai hanya menjangkau kecamatan-kecamatan yang mudah diakses kendaraan, sementara wilayah pelosok nyaris luput dari perhatian.

“Banjir terjadi di 16 kecamatan, tapi penanganannya tidak merata. Ada wilayah yang hampir tidak tersentuh bantuan sama sekali,” ungkap salah seorang warga terdampak di pedalaman Langkat.

Adapun kecamatan terdampak banjir di wilayah hulu dan tengah meliputi Bahorok, Batang Serangan, Kuala, Stabat, Secanggang, Sawit Seberang, Padang Tualang, dan Wampu. Sementara di wilayah hilir dan pesisir, banjir juga melanda Sei Lepan, Babalan, Brandan Barat, Pematang Jaya, Gebang, Tanjung Pura, dan Hinai.

Zaky menyoroti secara khusus kinerja BPBD Kabupaten Langkat yang dinilai lamban dan tidak responsif. Menurutnya, kondisi tersebut bertentangan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, khususnya Pasal 8 dan Pasal 48, yang menegaskan tanggung jawab pemerintah daerah dalam penanganan bencana secara terpadu.

“Keberadaan Kepala BPBD Langkat merupakan elemen kunci dalam penyelenggaraan tanggap darurat bencana. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Kinerja BPBD dinilai tidak maksimal, lamban, dan minim koordinasi,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, Zaky mendesak Bupati Langkat, H. Syah Afandin, S.H., untuk melakukan evaluasi serius terhadap Kepala Pelaksana BPBD Langkat, Muhammad Ansyari, M.Kes, yang bertanggung jawab atas penanganan bencana mulai dari pra-bencana, tanggap darurat, hingga pasca-bencana dan penyaluran logistik.

Lebih lanjut, masyarakat juga menilai BPBD Langkat belum menunjukkan langkah konkret dalam mitigasi pasca-bencana, padahal Badan Meteorologi telah memperingatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan. Hingga kini, belum terlihat kebijakan tegas pemerintah daerah untuk mencegah banjir susulan.

Di wilayah hilir seperti Hinai, Tanjung Pura, Gebang, Pangkalan Brandan, dan Pangkalan Susu, sistem drainase dinilai tidak optimal. Saluran air sempit, tersumbat, dan tidak terawat membuat air dengan cepat meluap saat hujan deras turun.

“Respons BPBD tidak sebanding dengan skala bencana. Minim koordinasi lintas kecamatan, lambatnya distribusi bantuan, serta tidak adanya langkah mitigasi nyata menunjukkan absennya kehadiran negara di tengah krisis,” tutur Zaky.

Bantuan logistik yang disalurkan pemerintah daerah pun dinilai sebatas formalitas. Di beberapa desa, bantuan hanya diterima satu kali tanpa tindak lanjut, sementara dampak banjir masih dirasakan hingga saat ini.

“Masyarakat tidak butuh kunjungan seremonial atau pernyataan normatif. Yang dibutuhkan adalah aksi nyata, cepat, dan terukur,” tegasnya.

Sorotan juga diarahkan kepada Bupati Langkat selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yang memiliki kewenangan penuh untuk mengevaluasi kinerja BPBD. Menurut Zaky, pembiaran terhadap kinerja lembaga yang lamban sama artinya dengan mengabaikan keselamatan warga.

“Jika tidak segera dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kemungkinan perombakan manajerial, maka banjir akan terus berulang dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Kabupaten Langkat akan semakin tergerus,” pungkasnya.

Tags: Berita Bencana
ShareTweetPin
Previous Post

Desa Panigah Porak-Poranda Diterjang Banjir Bandang, Warga Bertahan di Tengah Kehilangan

Next Post

Ketika Seorang Birokrat Memilih Berdiri di Sisi Rakyat Aceh

Konten Terkait

Dinsos Aceh Sambut Kunjungan Bupati Aceh Tenggara, Perkuat Sinergi Bantuan Sosial dan Kesiapsiagaan Bencana
News

Dinsos Aceh Sambut Kunjungan Bupati Aceh Tenggara, Perkuat Sinergi Bantuan Sosial dan Kesiapsiagaan Bencana

16 April 2026

Banda Aceh — Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM menyambut langsung kunjungan...

TA Khalid Soroti Pengelolaan Dana Otsus Aceh yang Belum Optimal bagi Kesejahteraan Masyarakat
News

TA Khalid Soroti Pengelolaan Dana Otsus Aceh yang Belum Optimal bagi Kesejahteraan Masyarakat

15 April 2026

JAKARTA | Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, TA Khalid, menyoroti pengelolaan dana otonomi...

Mendagri Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang dan Dikembalikan ke Besaran 2%
News

Mendagri Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang dan Dikembalikan ke Besaran 2%

14 April 2026

Jakarta | Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengusulkan perpanjangan dana otonomi khusus (otsus)...

Polsek Samudera Pastikan Situasi Kamtibmas di Desa Keude Geudong Aman Terkendali
News

Polsek Samudera Pastikan Situasi Kamtibmas di Desa Keude Geudong Aman Terkendali

14 April 2026

Aceh Utara – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek...

Next Post
Ketika Seorang Birokrat Memilih Berdiri di Sisi Rakyat Aceh

Ketika Seorang Birokrat Memilih Berdiri di Sisi Rakyat Aceh

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.