ACEH UTARA | Kepedulian terhadap warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Utara terus mengalir. Pada Minggu (28/12), Ny. Musliana Ismail mendampingi Ketua Umum TP-PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian bersama jajaran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pusat menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui kegiatan bertajuk Kemendagri Peduli Bencana.
Penyaluran bantuan difokuskan pada dua wilayah yang terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Sawang dan Kecamatan Baktiya. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Gampong Cot Ulaya, Kecamatan Baktiya, yang saat ini menjadi posko pengungsian warga korban banjir bandang dan tanah longsor.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan menyerahkan sejumlah bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako dan makanan siap saji, pakaian layak pakai, obat-obatan, serta satu unit genset untuk membantu pemenuhan kebutuhan listrik di wilayah yang masih mengalami pemadaman.
Selain menyerahkan bantuan, Ny. Musliana Ismail bersama rombongan juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para pengungsi, khususnya ibu-ibu dan anak-anak. Kehadiran mereka disambut haru oleh warga yang telah beberapa hari bertahan di posko pengungsian.
Perwakilan TP-PKK Pusat menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari Kementerian Dalam Negeri dan TP-PKK Pusat sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Aceh Utara Ny. Musliana Ismail menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada TP-PKK Pusat yang telah hadir langsung dan menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Aceh Utara.
Ia juga menekankan bahwa Aceh Utara merupakan kabupaten terluas di Provinsi Aceh, sehingga dampak bencana yang terjadi cukup meluas. Menurut dia, saat ini masih dibutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan relawan, terutama untuk pemenuhan kebutuhan anak-anak seperti perlengkapan sekolah, pakaian, serta perlengkapan ibadah yang rusak atau hilang akibat bencana.
“Dukungan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” ujar Musliana.









