ACEH UTARA | Penantian panjang ribuan petani di Aceh Utara akhirnya menemui titik terang. Infrastruktur vital sektor pertanian, Bendung Krueng Pase, kini resmi beroperasi kembali. Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah sekaligus bukti nyata komitmen Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, SE., MM., serta di bantu oleh Tgk Sarjani Akrap Imum Jon salah satu Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh juga putra terbaik Meurah Mulia dalam memperjuangkan hak-hak petani yang sempat terbelenggu selama lima tahun akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.

Bendung Krueng Pase merupakan “urat nadi” bagi sektor pertanian Aceh Utara, yang mampu mengairi 8.922 hektare lahan sawah di sembilan kecamatan yakni Meurah mulia, Samudera, Matangkuli, Tanah Luas, Nibong, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, Tanah Pasir dan satu Kecamatan di Kota Lhokseumawe, Blang Mangat Sejak runtuh akibat banjir besar pada akhir 2020, perekonomian ribuan keluarga petani praktis terpuruk.

“Perjuangan ini adalah untuk rakyat. Kita memahami betul beban berat yang dipikul petani selama lima tahun terakhir. Alhamdulillah, dengan sinergi bersama pemerintah pusat, air kini kembali mengalir ke sawah-sawah warga. Ini adalah kemenangan bagi seluruh petani Aceh Utara,” ungkap Bupati Ayahwa saat meninjau lokasi bendungan pada Februari lalu.
Beroperasinya kembali Bendung Krueng Pase tidak hanya sekadar memulihkan irigasi, tetapi juga menjadi pemantik bangkitnya ekonomi daerah. Kini, para petani di wilayah DI Pase Kiri dan DI Pase Kanan dapat kembali melakukan masa tanam secara serentak dengan kepastian pasokan air yang terjaga.

Dengan kembalinya fungsi bendungan ini, target swasembada pangan yang sempat terhenti kini kembali dioptimalkan. Harapan baru telah terukir; petani Aceh Utara kini siap kembali produktif dan menjemput kesejahteraan yang sempat tertunda selama setengah dekade.









