ACEH UTARA – Sistem pengamanan darurat dan kesiapsiagaan personel di area operasional hulu migas terbukti berjalan optimal. PT Pema Global Energi (PGE), perusahaan regional yang bertindak sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), berhasil mengatasi insiden kemunculan kobaran api secara cepat di salah satu fasilitas produksinya yang terletak di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis pagi (4/6/2026) sekitar pukul 10.59 WIB. Titik api terpantau mendadak muncul dari salah satu unit mesin kompresor yang berada di kawasan Cluster IV PT PGE.
Menanggapi situasi darurat tersebut, pihak manajemen memastikan bahwa mekanisme mitigasi langsung diaktifkan seketika oleh pekerja di lapangan. Willya Retnosari selaku Act Relations Manager PT PGE menjelaskan bahwa langkah awal yang krusial langsung diambil oleh operator yang bertugas di area mesin kompresor tersebut.
“Operator dengan sangat responsif langsung mengeksekusi prosedur penghentian darurat (emergency shutdown) sekaligus menutup katup isolasi (valve) guna melokalisasi area dan mencegah potensi perluasan dampak,” ungkap Willya saat memberikan keterangan kronologi terkait insiden lapangan tersebut.
Tak lama setelah tindakan isolasi mandiri pada mesin dilakukan, tim tanggap darurat internal perusahaan atau Emergency Response Team (ERT) PGE langsung terjun ke lokasi untuk melakukan lokalisasi visual dan pemadaman penuh. Efektivitas kerja tim di lapangan membuat kobaran api berhasil dijinakkan secara total dalam kurun waktu kurang dari lima menit sejak pertama kali terdeteksi.
Pasca-api padam, petugas ERT melanjutkan penanganan dengan mengaktifkan sistem pompa fire hydrant. Langkah ini dilakukan guna menyemprotkan air ke sekitar titik sember untuk memastikan proses pendinginan (cooling down) berjalan sempurna dan mengantisipasi munculnya hawa panas sisa kebakaran.
Pihak PT PGE memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa singkat ini. Operasional di sekitar lokasi juga dilaporkan telah berada di bawah kendali penuh tim teknis.
“Saat ini situasi di Cluster IV sudah berhasil ditangani dengan aman dan kondusif. Kami sedang melakukan investigasi mendalam di lapangan guna mencari tahu secara pasti faktor utama yang memicu munculnya api pada komponen kompresor tersebut,” pungkas Willya.








