ACEH UTARA | Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali menegaskan bahwa kondisi perekonomian daerah tetap berada pada jalur aman meski wilayah ini baru saja melewati fase darurat bencana banjir. Hingga akhir Januari 2026, tekanan inflasi masih dapat dikendalikan dan harga kebutuhan pokok relatif stabil.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Dr. (C) Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., menyampaikan hal tersebut usai mengikuti agenda nasional terkait pengendalian inflasi yang digelar pemerintah pusat secara virtual, Selasa (27/1/2026), dari lingkungan Setdakab Aceh Utara.
Menurut Jamaluddin, hasil pemantauan terbaru menunjukkan tidak adanya gejolak harga yang signifikan di pasar-pasar tradisional Aceh Utara. Bahkan, sejumlah komoditas pangan strategis mulai menunjukkan tren penurunan harga seiring pulihnya akses logistik pascabanjir.
“Kondisi ini menandakan distribusi barang kembali berjalan normal. Pasokan cukup, pasar terkendali, dan aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak stabil,” kata Jamaluddin.
Ia menjelaskan, data Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan terakhir Januari 2026 mencerminkan tekanan inflasi yang rendah. Salah satu komoditas yang memberi kontribusi positif adalah cabai merah keriting, yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan akibat gangguan distribusi.
Pemkab Aceh Utara, lanjutnya, tidak hanya fokus pada pengendalian harga jangka pendek, tetapi juga menyiapkan langkah pemulihan ekonomi berkelanjutan dengan menggerakkan sektor-sektor produktif masyarakat.
“Kami mendorong pemanfaatan lahan yang aman dari banjir, penguatan sektor pertanian dan perkebunan, serta percepatan pemulihan UMKM agar pendapatan masyarakat kembali meningkat,” ujarnya.
Jamaluddin juga menambahkan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan bahan pangan, terutama menjelang periode-periode rawan inflasi seperti meugang dan hari besar keagamaan.
“Pemkab Aceh Utara terus memantau dan memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga, sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.









