Banda Aceh – Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM Akrap sapa Ayahwa yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Tgk. Muhammad Yunus, S.Hi, menyerahkan dokumen hasil pendataan dayah terdampak banjir yang telah dimasukkan dalam usulan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) bidang pendidikan Dayah kepada Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh, Kamis (09/04).
Penyerahan dokumen tersebut dilakukan dalam rangkaian pertemuan koordinasi re-akreditasi Dayah Aceh Utara. Dokumen ini merupakan hasil monitoring dan evaluasi oleh Tim Akreditasi Dayah Kabupaten Aceh Utara, yang memuat estimasi kerusakan dan kerugian pada lembaga pendidikan Dayah serta balai pengajian akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu.
Mewakili Bupati Aceh Utara, Tgk. Muhammad Yunus menyampaikan bahwa pendataan ini difokuskan pada program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) guna memastikan keberlanjutan pendidikan Dayah pascabencana.
“Dalam dokumen tersebut, tercantum nama-nama Dayah dan balai pengajian yang terdampak banjir beserta rincian kerusakan dan kerugian. Tercatat sebanyak 211 Dayah terdampak dengan total estimasi kerugian mencapai Rp262 miliar,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyerahan dokumen ini diharapkan menjadi dasar perencanaan bagi Pemerintah Provinsi Aceh dalam menetapkan program prioritas, khususnya perbaikan sarana dan prasarana Dayah.
“Melalui dukungan pemerintah provinsi, kami berharap fungsi Dayah sebagai pusat pendidikan keagamaan dapat segera pulih dan semakin berperan dalam pembangunan sumber daya manusia di Aceh,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Santri, Irwan, S.Hi., M.Si., menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Ia memastikan dokumen tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme di tingkat provinsi, termasuk proses sinkronisasi dengan program dan ketersediaan anggaran.
“Sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi kunci utama dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi lembaga pendidikan Dayah, sehingga pemulihan dapat berjalan optimal,” pungkasnya.









