Samalanga – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga, Aceh, Selasa (23/6/2026). Sebanyak 260 lulusan resmi menyandang gelar sarjana dalam prosesi Wisuda Ke-III yang mengusung tema “Fiqh Tangguh, Ushul Tumbuh, Umat Utuh”.
Wisuda yang bertepatan dengan 7 Muharram 1448 H ini menjadi momen istimewa bagi para lulusan yang telah menuntaskan pendidikan di takhasus Fiqh wa Ushuluh. Rincian lulusan tersebut terdiri dari 205 orang dari Marhalah Ula (M1) dan 55 orang dari Marhalah Tsaniyah (M2).
Deretan tokoh penting hadir langsung menyaksikan momen sakral ini. Mulai dari Mudir ‘Am Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Abu Syaikh H. Hasanoel Bashry HG, hingga anggota Majelis Masyayikh, Abu H. Faisal Ali. Tak ketinggalan, para pimpinan pesantren, unsur pemerintah, alumni, serta wali mahasantri turut memenuhi lokasi acara.
Puncak acara diisi dengan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar, M.A. Sosok yang dikenal sebagai guru besar pertama di Indonesia dengan dua disiplin ilmu sekaligus—Fikih dan Usul Fikih—ini memberikan apresiasi tinggi bagi Ma’had Aly MUDI.
Menurut Prof. Said Agil, penyelenggaraan wisuda ini adalah bukti nyata komitmen pesantren dalam menjaga kelestarian khazanah keilmuan Islam dari kitab-kitab turats.
“Tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama harus terus dijaga dan dikembangkan agar tetap relevan dalam menjawab berbagai persoalan umat,” tegasnya di hadapan ratusan hadirin.
Ada momen menarik saat Prof. Said Agil menutup orasinya. Ia membagikan hikmah mendalam bagi para wisudawan mengenai hakikat menuntut ilmu. Ia mengutip kaidah ulama yang menyebutkan bahwa orang yang paling membutuhkan ilmu justru adalah ilmuwan itu sendiri.
Ia kemudian mengutip bait yang sarat makna:
“Engkau akan tetap menyandang predikat sebagai orang berilmu selama terus belajar. Namun apabila merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki, maka engkau telah menjadi orang yang jahil (bodoh).”
Pesan tersebut menjadi tamparan halus sekaligus motivasi bagi para lulusan. Wisuda bukanlah garis finis, melainkan gerbang awal untuk terus belajar dan mengabdi kepada umat.
Melalui Wisuda Ke-III ini, Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga kembali mempertegas posisinya sebagai garda terdepan pendidikan tinggi pesantren dalam mencetak generasi yang mumpuni di bidang fikih, sekaligus menjadi pelopor penguatan keilmuan Islam di tanah air.








