Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menggelar lomba enggrang atau Ek Geunteut dalam rangkaian peringatan Milad Samudera Pasai ke-800. Perlombaan yang masuk dalam agenda Piasan Pasee itu akan berlangsung di kawasan Kantor Bupati Aceh Utara pada Rabu (9/9/2026).
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan ekonomi kreatif (Disporaparekraf) Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd, mengatakan lomba tersebut digelar sebagai upaya melestarikan permainan tradisional yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh.
“Milad Samudera Pasai bukan hanya perayaan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Melalui lomba enggrang ini, kami ingin anak-anak dan remaja mengenal permainan tradisional yang sarat nilai sportivitas, ketangkasan, dan kebersamaan,” kata Zulkifli.
Menurutnya, permainan tradisional perlu terus diperkenalkan agar tidak tergerus perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup generasi muda saat ini.
Lomba Ek Geunteut dibuka khusus untuk pelajar laki-laki berdomisili di Kabupaten Aceh Utara berusia 13 hingga 19 tahun. Peserta diwajibkan menunjukkan Kartu Pelajar atau KTP saat mendaftar.
Selain itu, panitia juga mewajibkan peserta mengenakan pakaian olahraga yang menutup aurat sesuai syariat Islam serta mengikuti rapat teknis sebelum perlombaan dimulai.
Zulkifli menyebutkan antusiasme peserta cukup tinggi sejak pendaftaran dibuka. Dari kuota yang disediakan sebanyak 50 peserta, saat ini telah terdaftar 18 orang.
“Artinya masih tersedia 32 kuota lagi. Kami mengajak pelajar di Aceh Utara untuk segera mendaftar dan ikut meramaikan kegiatan ini,” ujarnya.
Panitia menyediakan alat enggrang yang akan digunakan selama perlombaan serta uang saku bagi peserta. Adapun hadiah yang diperebutkan yakni Juara I sebesar Rp1 juta, Juara II Rp750 ribu, dan Juara III Rp500 ribu.
Pendaftaran dapat dilakukan langsung di Stand Disporapar Aceh Utara di area Expo Milad Samudera Pasai ke-800 atau menghubungi Ramzani di nomor 0852-6056-5995.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Aceh Utara berharap permainan tradisional yang menjadi warisan budaya masyarakat Pasee tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda di tengah arus modernisasi.









