Aceh Tamiang – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, menjadi sosok sentral dalam upaya penanganan tragedi pembunuhan yang menimpa Putri Hensy Aprilda (22) dan bayinya di Selangor, Malaysia. Haji Uma memastikan bahwa negara hadir untuk mendampingi keluarga korban yang tengah dirundung duka mendalam.
Begitu menerima informasi dari Tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) dan Atase Kepolisian KBRI Kuala Lumpur, Haji Uma tidak membuang waktu. Ia segera melakukan koordinasi lintas instansi, mulai dari komunikasi dengan Pemkab Aceh Tamiang hingga menjalin kerja sama erat dengan pihak KBRI di Malaysia untuk memastikan seluruh proses hukum dan administratif berjalan lancar.
Bagi Haji Uma, kasus ini bukan sekadar urusan kriminalitas biasa. Ia menekankan pentingnya memberikan ketenangan bagi keluarga di tanah air. “Tugas kami adalah memastikan jenazah bisa pulang dengan layak. Saya sudah instruksikan tim di lapangan untuk mendampingi proses pengurusan jenazah dari rumah sakit hingga kepulangan ke kampung halaman,” tegas Haji Uma.
Tantangan biaya pemulangan yang mencapai Rp36 juta menjadi perhatian khusus Haji Uma. Ia secara terbuka merangkul berbagai elemen untuk bergotong royong. Haji Uma tidak hanya melibatkan jalur birokrasi, tetapi juga menggerakkan kekuatan akar rumput melalui komunitas perantau Aceh.
Ia telah berkoordinasi dengan Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, serta tokoh masyarakat setempat, sembari membuka kanal donasi melalui jaringan grup Aceh Bersatu dan Aceh Meutuah di Malaysia. “Ini adalah misi kemanusiaan. Kami tidak ingin keluarga korban merasa berjuang sendirian. Dengan gotong royong, Insya Allah beban ini menjadi ringan,” ujar Haji Uma dengan penuh haru.
Di balik langkah-langkah administratifnya, Haji Uma juga berperan sebagai penghubung emosional bagi keluarga. Ia secara pribadi mendalami kondisi psikologis nenek korban yang merupakan satu-satunya keluarga dekat almarhumah. Baginya, menyampaikan kabar duka dan memberikan dukungan moral kepada keluarga adalah tanggung jawab yang tidak kalah penting daripada pengurusan jenazah itu sendiri.
Dengan pengawalan ketat yang dilakukan Haji Uma terhadap KBRI Kuala Lumpur dan dukungan penuh dari masyarakat, publik kini menaruh harapan besar agar proses hukum terhadap pelaku berjalan sesuai jalur, dan yang terpenting, Putri serta bayinya dapat segera sampai ke pelukan terakhir keluarga di Aceh Tamiang.









