ACEH UTARA | Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara pada Jumat (27/3/2026). Kunjungan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pendidikan dayah, sekaligus menyerap aspirasi dari para pengelola dayah di daerah tersebut.
Rombongan Komisi VII yang membidangi keistimewaan dan kekhususan Aceh itu terdiri atas ketua, sekretaris, dan sejumlah anggota diantaranya Tgk Sarjani (Imum Jon), H. Ilmiza Saaduddin Jamal, Dr. Ansari Muhammad, S.Pt, M.Si, Sutarmi, dan Usman IA, S.P.
Mereka disambut oleh jajaran Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog interaktif yang membahas berbagai tantangan yang dihadapi dayah, terutama pascabencana banjir hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Sejumlah persoalan mengemuka dalam pertemuan itu, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana hingga kesejahteraan tenaga pendidik dayah yang dinilai masih perlu perhatian lebih.
Ketua Komisi VII DPR Aceh, H. Ilmiza Saaduddin Jamal, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dayah melalui dukungan kebijakan dan penguatan anggaran. Menurut dia, dayah memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan di Aceh.
“Dayah merupakan bagian penting dari identitas pendidikan Aceh. Karena itu, kami ingin memastikan lembaga ini mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah,” ujarnya.
Selain melakukan dialog, rombongan DPR Aceh juga meninjau langsung sejumlah fasilitas pendidikan dayah di Aceh Utara. Hasil peninjauan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran ke depan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Syahrul Nizam, yang mewakili kepala dinas, berharap kunjungan ini dapat memberikan dampak nyata, khususnya dalam pemulihan sarana dan prasarana dayah yang terdampak bencana, serta peningkatan kesejahteraan para guru.
Ia menambahkan, dukungan dari DPR Aceh sangat dibutuhkan untuk memperkuat peran dayah sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional yang berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Aceh, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya dan pembinaan generasi muda.









