Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Senator Azhari Cage Desak Pemerintah Aceh Kaji Ulang Pergub JKA Nomor 2 Tahun 2026

Senator Azhari Cage Desak Pemerintah Aceh Kaji Ulang Pergub JKA Nomor 2 Tahun 2026

Redaksi by Redaksi
14 Mei 2026
in News
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage SIP, akhirnya angkat bicara soal demontrasi penolakan Pergub JKA yang sedang berlangsung di Aceh. Menurutnya, para pihak perlu menyikapi secara arif dan bijaksana.

“Untuk kesehatan tak perlu pake Desil. Cukup pisahkan saja masyarakat yang ditanggung oleh JKN atau tanggungan PBI dan PNS serta karyawan swasta dan orang yang mempunyai asuransi, diluar di tanggung oleh JKA,” ujar Azhari Cage SIP di Jakarta, Kamis 14 Mei 2026.

“Kalau pun mau dipisahkan orang kaya yang tidak pernah sakit dan tidak pernah ke rumah sakit, itu datanya mana dan harus benar datanya. Biar masyarakat yang kurang mampu tidak menjadi korban.”

Konten Terkait

Katibul Wali Sambut Kepulangan Wali Nanggroe dengan Prosesi Peusijuek

Katibul Wali Sambut Kepulangan Wali Nanggroe dengan Prosesi Peusijuek

1 Oktober 2026
Wabup Aceh Utara Cek Rumah Warga yang Rusak Diterjang Banjir Bandang

Wabup Aceh Utara Cek Rumah Warga yang Rusak Diterjang Banjir Bandang

1 Oktober 2026
Mewakili Bupati, Dr Fauzan Serahkan 1.500 Paket Jadup untuk Warga Huntara Langkahan

Mewakili Bupati, Dr Fauzan Serahkan 1.500 Paket Jadup untuk Warga Huntara Langkahan

30 September 2026
5.862 Warga Terima Bantuan Hunian, Camat dan Forum Geuchik Samudera : Terima Kasih Bupati Ayahwa

5.862 Warga Terima Bantuan Hunian, Camat dan Forum Geuchik Samudera : Terima Kasih Bupati Ayahwa

30 September 2026

“Saya sebenarnya tidak mau berkomentar masalah JKA, tapi karena imbasnya sudah kemana mana. Sebagai perwakilan daerah saya harus memberikan sedikit masukan bagi Pemerintah Aceh, sebagai contoh gara-gara desil anak-anak miskin yang dulunya mendapat beasiswa dihentikan gara-gara orang tuanya masuk ke Desil 8.”

“Dan ada juga masyarakat kurang mampu yang ditolak oleh rumah sakit gara-gara Desil tersebut. Banyak masuk pengaduan dan minta tolong kesaya tentang hal ini, kita berharap kalau memang Pergub tentang JKA ini diberlakukan, seharusnya data masyarakat diperbaiki dulu agar persoalan-persoalan masyarakat berobat tidak timbul,” kata Azhari Cage lagi.

“Kalau bisa saya menyarankan agar Pergub nomor 2 tahun 2026 untuk dikaji ulang karena dampak nya luas bagi akses kesehatan masyarakat. Saya juga menyayangkan elit di Aceh tidak perlu ribut di media tentang hal ini, malu kita dibaca oleh orang luar Aceh. Bila ada persoalan hendaknya duduk bersama diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Kalau tidak bisa satu kamar duduk setengah kamar. Kan kita di Aceh semua bersaudara dan tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” kata mantan juru bicara KPA Pusat, organisasi eks kombatan GAM di Aceh, yang dikenal vocal bersuara sejak dulu ini.

Sebagaimana yang perlu diketahui, jaminan kesehatan masyarakat di Aceh lahir sejak Juni 2010. Dimana, sejak Juni 2010, seluruh masyarakat Aceh dijamin kesehatannya oleh pemerintah daerah. Masyarakat Aceh yang sakit cukup berobat dengan hanya menggunakan KTP dan gratis. Pembiayaan program ini dibebankan pada APBA dan Otsus. Keadaan ini berlangsung hingga akhir 2013.

Kemudian pemerintah pusat meluncurkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 1 Januari 2014, yang resmi berlaku secara nasional, termasuk untuk Aceh.

JKN dikelola oleh BPJS Kesehatan, yang bertransformasi dari PT Askes (Persero) untuk mewujudkan jaminan kesehatan semesta bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan prinsip gotong royong dan ekuitas. Transformasi ini didasari UU No. 40 Tahun 2004 dan UU No. 24 Tahun 2011.

Untuk Aceh, JKN menanggung hampir setengah dari masyarakat Aceh. Sedangkan setengah lagi ditanggung oleh Pemerintah Daerah melalui JKA. Seluruh masyarakat di Aceh masih menikmati pelayanan kesehatan gratis, tanpa memandang status.

Namun seiring jalannya waktu dan berkurangnya penerimaan Otsus Aceh, dari 2 menjadi 1 persen DAU nasional, keberadaan JKA menjadi beban daerah. Di Aceh, Kementerian Sosial RI, akhirnya memberi 10 (desil) golongan masyarakat. Sedangkan JKN sendiri hanya menanggung masyarakat dengan kategori (desil) 1 hingga 5 dengan APBN.

Sedangkan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melalui APBD hanya mampu menanggung JKA, Pergub nomor 2 tahun 2026, bagi masyarakat kategori (desil) 6-7. Selebihnya atau masyarakat kategori 8 hingga 10, harus berobat mandiri alias berbayar.

Dimana keberadaan Pergub ini, per 1 Mei 2026, sebanyak 544.626 jiwa warga Aceh yang masuk Desil 8, 9, dan 10, sudah tidak lagi ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Di sisi lain, penetapan Desil ini sendiri masih perlu dipertanyakan atau data kacau balau. Inilah yang kemudian menjadi sumber masalah.

Banyak warga Aceh yang status wiraswasta di KTP digolongkan ke Desil 8 plus. Padahal di Aceh, mereka yang memilih jadi wiraswasta adalah mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Keadaan ini ditambah dengan banyaknya warga di Aceh yang menjadi korban banjir dan longsor yang kehilangan harta benda di akhir 2025 lalu. Hal inilah yang kemudian mendapat penolakan di Aceh dan terjadi demontrasi besar besaran.

Tags: Azhari CageNews
ShareTweetPin
Previous Post

Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe Musnahkan 1,4 Kilogram Sabu dan Puluhan Gram Ganja

Next Post

Polemik JKA, Pon Yaya: Bukan Pemotongan Anggaran, Tapi Evaluasi Agar Tepat Sasaran

Konten Terkait

Katibul Wali Sambut Kepulangan Wali Nanggroe dengan Prosesi Peusijuek
News

Katibul Wali Sambut Kepulangan Wali Nanggroe dengan Prosesi Peusijuek

1 Oktober 2026

BANDA ACEH - Suasana penuh syukur menyelimuti Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Banda Aceh, Rabu...

Wabup Aceh Utara Cek Rumah Warga yang Rusak Diterjang Banjir Bandang
Advertorial

Wabup Aceh Utara Cek Rumah Warga yang Rusak Diterjang Banjir Bandang

1 Oktober 2026

ACEH UTARA - Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi turun langsung ke Gampong Kubu, Kecamatan...

Mewakili Bupati, Dr Fauzan Serahkan 1.500 Paket Jadup untuk Warga Huntara Langkahan
Advertorial

Mewakili Bupati, Dr Fauzan Serahkan 1.500 Paket Jadup untuk Warga Huntara Langkahan

30 September 2026

ACEH UTARA - Mewakili Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau...

5.862 Warga Terima Bantuan Hunian, Camat dan Forum Geuchik Samudera : Terima Kasih Bupati Ayahwa
News

5.862 Warga Terima Bantuan Hunian, Camat dan Forum Geuchik Samudera : Terima Kasih Bupati Ayahwa

30 September 2026

ACEH UTARA | Penyaluran Program Bantuan Bencana (PBB) bagi 5.862 warga Kecamatan Samudera, Kabupaten...

Next Post
Polemik JKA, Pon Yaya: Bukan Pemotongan Anggaran, Tapi Evaluasi Agar Tepat Sasaran

Polemik JKA, Pon Yaya: Bukan Pemotongan Anggaran, Tapi Evaluasi Agar Tepat Sasaran

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.