Aceh Timur | Kerusakan jaringan irigasi di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, akibat banjir hidrometeorologi November lalu kini mengancam produktivitas pertanian warga. Sedikitnya 350 hektar lahan sawah di 12 gampong dilaporkan terganggu pasokan airnya akibat sedimentasi parah pada saluran tersebut.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur pun mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I untuk segera melakukan perbaikan dan normalisasi jaringan irigasi Jambo Aye yang menjadi sumber pengairan utama di wilayah tersebut.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Rabu (17/6/2026), menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur pengairan ini menjadi prioritas mendesak. Menurut dia, jika perbaikan tidak segera dilakukan, para petani berisiko gagal panen dan target musim tanam akan terabaikan.
“Sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi masyarakat di Aceh Timur. Kami meminta BWS Sumatera I segera mengambil langkah konkret agar suplai air kembali normal dan petani bisa segera bercocok tanam tanpa hambatan,” ujar Iskandar.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkab Aceh Timur telah melayangkan surat resmi kepada BWS Sumatera I. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur Aceh, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, serta dinas teknis terkait di tingkat provinsi, yakni Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh serta Dinas Pengairan Aceh.
Langkah koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi irigasi sehingga dampak kerugian ekonomi bagi para petani di Pante Bidari dapat segera dimitigasi.









