Takengon | Harga durian di Desa Kekuyang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, mengalami penurunan drastis pada musim panen tahun ini. Jika sebelumnya durian masih dijual di kisaran Rp15.000 hingga Rp20.000 per buah, kini harganya anjlok hingga Rp13.000 bahkan menyentuh Rp10.000 per buah.
Kondisi tersebut semakin memberatkan para petani yang beberapa bulan lalu terdampak bencana banjir dan longsor. Musibah itu merusak kebun durian dan mengganggu mata pencaharian warga, sehingga musim panen tahun ini sempat menjadi harapan utama untuk memulihkan ekonomi keluarga.
Selain faktor bencana alam, anjloknya harga durian juga dipicu oleh panen serentak yang terjadi di berbagai daerah di Sumatra. Melimpahnya pasokan di pasaran menyebabkan harga jatuh, terutama di tingkat petani kecil yang bergantung pada pembeli lokal.
Iran, salah seorang petani durian di Desa Kekuyang, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat memukul perekonomian masyarakat. Menurut dia, para petani semula berharap panen durian dapat menutup kerugian akibat bencana alam yang melanda sebelumnya.
“Beberapa bulan lalu kami kena banjir dan longsor. Banyak kebun rusak dan penghasilan terhenti. Sekarang durian panen, tapi harganya justru turun sampai Rp10.000 per buah karena panen serentak se-Sumatra,” kata Iran pada media gentapost.com, Jum’at 16 Januari 2026.
Ia menambahkan, keterbatasan akses distribusi dan minimnya penyerapan pasar di luar daerah membuat petani terpaksa menjual durian dengan harga murah agar tidak membusuk. Sebagian besar durian hanya dipasarkan di wilayah Ketol dan Takengon.
Para petani berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak terkait, baik melalui bantuan pemulihan pascabencana, pembukaan akses pasar antarwilayah, maupun dukungan distribusi durian lokal Aceh Tengah. Mereka menilai sektor durian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Desa Kekuyang.
Hingga kini, petani durian di Desa Kekuyang masih berupaya bertahan di tengah tekanan ekonomi dan berharap harga durian dapat kembali stabil guna mendukung pemulihan kehidupan pascabencana.









