MEXICO — Gubernur Negara Bagian Sinaloa, Meksiko, Rubén Rocha, kembali mengajukan cuti dari jabatannya pada Sabtu (23/8/2026). Keputusan ini diambil hanya berselang sehari setelah ia secara mengejutkan sempat kembali aktif bertugas dan mengklaim kembali kursi kepemimpinannya.
Rocha yang berusia 77 tahun dan merupakan kader partai berkuasa, Morena sebelumnya telah menjalani cuti selama lebih dari tiga bulan. Cuti tersebut diambil menyusul dakwaan berat yang dilayangkan terhadapnya oleh jaksa penuntut federal Amerika Serikat terkait kasus perdagangan narkoba, penyuapan, dan perlindungan terhadap kartel narkoba.
Tekanan Politik dan Respons Presiden Sheinbaum
Kembalinya Rocha ke kursi gubernur pada Jumat sebelumnya ternyata memicu kemarahan publik serta penolakan keras dari internal pemerintah Meksiko maupun partai Morena. Para petinggi partai menilai langkah tersebut sebagai bentuk egoisme yang memprioritaskan kepentingan pribadi di atas kepentingan publik.
Tekanan semakin memuncak ketika Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengeluarkan peringatan melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter). Tanpa menyebut nama Rocha secara langsung, Sheinbaum menegaskan bahwa “kekuasaan tanpa prinsip akan berubah menjadi arogansi”* dan *”tidak ada kepentingan pribadi yang boleh berada di atas kepentingan rakyat atau bangsa.”
Menanggapi kritik tajam tersebut, Rocha akhirnya melunak dan mengunggah pernyataan serupa di X yang menyatakan bahwa Sinaloa dan gerakan nasional harus berada di atas segalanya, sebelum akhirnya memutuskan kembali mundur sementara.
Konflik Hukum dan Ketegangan AS-Meksiko
Kasus ini berawal pada April lalu, ketika otoritas yudisial AS di Manhattan mendakwa Rocha beserta sembilan pejabat dan mantan pejabat Meksiko lainnya. Mereka dituduh bersekongkol dengan faksi *Los Chapitos* dari Kartel Sinaloa untuk menyelundupkan narkotika ke Amerika Serikat dengan imbalan dukungan politik serta suap. Dakwaan ini menandai langkah langka Washington yang menyasar pejabat tinggi aktif di lingkaran politik Meksiko.
Di sisi lain, Rocha secara konsisten membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia mengecam kasus hukum dari AS sebagai serangan bermotif politik yang sengaja dilancarkan untuk merusak gerakan sayap kiri pimpinan Presiden Sheinbaum.
Meskipun pemerintah Meksiko sempat menyatakan bahwa pihak berwenang AS belum memberikan bukti yang cukup untuk ekstradisi dan investigasi domestik mandiri tetap berjalan, kemelut bolak-baliknya Rocha dari jabatan gubernur ini menyoroti rumitnya kerja sama keamanan bilateral antara Meksiko dan Amerika Serikat.









