LHOKSEUMAWE – Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal H. Isa melontarkan peringatan keras terkait pengerjaan proyek jalan di wilayahnya yang hingga kini menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat. Ia menegaskan agar proyek perbaikan jalan tidak dikerjakan secara setengah-setengah yang justru menjadikan warga sebagai korban di lapangan.
Dalam pernyataannya, Ketua DPRK meminta agar pengerjaan infrastruktur jalan tidak kembali dipaksakan apabila seluruh peralatan kerja yang dibutuhkan belum lengkap dan siap di lokasi. Menurutnya, kesiapan teknis dan alat berat merupakan faktor mutlak sebelum suatu proyek mulai dieksekusi.
“Sampai dengan ke depannya, apabila proyek ini tidak langsung diaspal, jangan ada perbaikan jalan lagi,” tegas Ketua DPRK, menyoroti praktik pengerjaan yang kerap meninggalkan lubang kerukan tanpa kelanjutan pengaspalan yang memadai.
“Apabila belum lengkap alat kerja, tidak boleh kerja. Kalau tidak boleh, jangan ada perbaikan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban.” Ujar Faisal
Pernyataan tegas tersebut mencerminkan desakan kuat dari pihak legislatif agar instansi maupun rekanan pelaksana benar-benar memperhatikan keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan publik. Kondisi jalan yang sebelumnya telah dikeruk namun dibiarkan terbengkalai dinilai sangat mengganggu aktivitas harian serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Selain menyoroti kesiapan alat dan percepatan pengaspalan, Ketua DPRK juga menyampaikan pesan bernada ultimatum kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proyek tersebut agar senantiasa menghormati dan tidak merugikan masyarakat Kota Lhokseumawe.
“Dan yang ketiga, jangan menentang masyarakat Kota Lhokseumawe,” tandasnya.
Dengan adanya instruksi tegas ini, masyarakat berharap pihak terkait dapat segera merespons dan menuntaskan pengerjaan infrastruktur secara profesional, sehingga fungsi jalan dapat kembali dirasakan secara optimal tanpa mengorbankan kenyamanan warga.








