Langsa – Forum Silaturahmi OSIS Bersatu (FORSIBA) Kota Langsa melaksanakan kunjungan sosial ke Balai Pengajian Sakinah yang terdampak banjir di Gampong Seulalah Baru, Kota Langsa, pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial pelajar terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan, khususnya pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak dan generasi muda di wilayah terdampak bencana.
Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Langsa akibat tingginya intensitas curah hujan telah memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Selain pemukiman warga, lembaga pendidikan nonformal berbasis keagamaan juga turut merasakan dampaknya. Balai Pengajian Sakinah menjadi salah satu tempat belajar Al-Qur’an yang terdampak, dimana beberapa ruang belajar sempat terendam air, perlengkapan mengaji mengalami kerusakan serta aktivitas pengajian terpaksa dihentikan sementara.
Dalam kunjungan tersebut, pengurus FORSIBA Kota Langsa yang terdiri dari perwakilan OSIS SMA, SMK, dan MA se-Kota Langsa hadir secara langsung untuk meninjau kondisi Balai Pengajian Sakinah. Selain melihat kondisi fisik bangunan dan fasilitas, rombongan FORSIBA juga berdialog dengan pimpinan balai pengajian serta mendengarkan langsung penjelasan mengenai kondisi pasca-banjir yang dialami balai pengajian tersebut.
Pimpinan Balai Pengajian Sakinah, Tgk. Muhammad Idris menyambut hangat kehadiran FORSIBA Kota Langsa. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta kepedulian para pelajar terhadap balai pengajian yang dipimpinnya. Menurutnya kehadiran FORSIBA memberikan semangat dan harapan baru bagi para santri dan pengajar di tengah keterbatasan yang masih dirasakan.
“Kami sangat bersyukur atas kunjungan dan kepedulian adik-adik FORSIBA. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melanjutkan kegiatan pengajian Al-Qur’an bagi anak-anak, meskipun sempat terdampak banjir,” ujar Tgk. Muhammad Idris.
Wakil Ketua FORSIBA Kota Langsa, M. Devan Zainata Bahri dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FORSIBA untuk hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa balai pengajian memiliki peran penting dalam pembinaan akhlak dan karakter generasi muda sehingga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan bersama terutama saat menghadapi musibah.
“Balai pengajian adalah tempat anak-anak belajar Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman sejak dini. Ketika balai pengajian terdampak banjir, maka yang terganggu bukan hanya bangunannya tetapi juga proses pendidikan dan pembinaan karakter. Oleh karena itu FORSIBA merasa terpanggil untuk hadir memberikan dukungan,” ungkap M. Devan.
Selain bersilaturahmi, FORSIBA Kota Langsa juga berbagi makanan kepada santri Balai Pengajian Sakinah. Makanan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian pelajar kepada santri tersebut dan memberikan semangat kepada mereka.
Sekretaris FORSIBA Kota Langsa, Humaira Khansa turut menyampaikan motivasi kepada para santri Balai Pengajian Sakinah. Ia mengajak para santri untuk tetap semangat belajar Al-Qur’an meskipun sedang menghadapi ujian berupa musibah banjir. Menurutnya, setiap cobaan yang dihadapi dengan kesabaran dan keikhlasan akan membawa pelajaran berharga serta memperkuat keimanan.
“Adik-adik harus tetap semangat dan tidak boleh menyerah. Teruslah belajar dan mencintai Al-Qur’an. Musibah ini adalah ujian dari Allah SWT, dan Insya Allah di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan,” ujar Humaira saat memberikan motivasi.
Sementara itu pembina FORSIBA Kota Langsa, Afrizal Refo, MA, mengapresiasi kepedulian para pelajar yang tergabung dalam FORSIBA. Menurutnya kegiatan kunjungan ke Balai Pengajian Sakinah merupakan bentuk nyata pendidikan karakter dan empati sosial di kalangan pelajar.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelajar memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap pendidikan Al-Qur’an. Balai pengajian adalah fondasi pembinaan akhlak generasi muda sehingga perlu dijaga dan didukung bersama terutama saat terdampak musibah,” ujar Afrizal.
Melalui kegiatan ini, FORSIBA Kota Langsa berharap dapat menumbuhkan nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial di kalangan pelajar. Kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi anggota FORSIBA agar mampu peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Kedepan, FORSIBA Kota Langsa berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial sebagai wujud peran aktif pelajar dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembangunan karakter generasi muda di Kota Langsa.









