Aceh Utara | Ratusan keluarga terdampak banjir besar yang melanda Aceh pada akhir November 2025 mulai menerima bantuan kemanusiaan guna mendukung pemulihan pascabencana. Bantuan tersebut disalurkan oleh Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) bekerja sama dengan Mercy Relief di Kabupaten Aceh Utara.
Distribusi bantuan dilakukan di dua desa di Kecamatan Langkahan, yakni Desa Tanjung Jawa dan Desa Alue Krak Kayee. Sebanyak 133 paket shelter kit diberikan kepada kelompok rentan untuk mendukung perbaikan hunian sementara, sementara 178 paket hygiene kit disalurkan kepada kepala keluarga guna menjaga kebersihan dan kesehatan di tengah kondisi pascabanjir.
Bantuan ini diprioritaskan bagi kelompok paling berisiko, seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta keluarga dengan balita yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
Koordinator Lapangan Program SuFRA (Sumatra Floods 2025 Relief Aid), Muhammad Khadafi, menegaskan pentingnya ketepatan data dalam proses distribusi. “Kami melakukan verifikasi langsung bersama aparatur desa untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Program SuFRA sendiri menjangkau 10 desa di tiga provinsi. Di Aceh, program ini mencakup delapan desa, terdiri dari enam desa di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, dan dua desa di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke satu desa di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, serta satu desa di Nagari Ulakan, Sumatera Barat.
PKPA bersama Mercy Relief menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemulihan masyarakat terdampak banjir melalui intervensi yang tepat sasaran, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan kelompok rentan di wilayah terdampak.








