ACEH UTARA – Gemuruh rapai dan semangat kebudayaan mewarnai malam pembukaan peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 yang berlangsung di Kabupaten Aceh Utara, Senin (7/9/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kejayaan kerajaan Islam pertama di Nusantara sekaligus memperkuat optimisme masyarakat pascabencana.
Pembukaan acara dihadiri ribuan masyarakat dan sejumlah pejabat daerah maupun nasional. Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM atau yang dikenal dengan sapaan Ayah Wa, tampil mengenakan tengkulok khas Aceh Utara bermotif Pisang Dua Mu, yang mencerminkan identitas budaya dan kebesaran warisan Tanah Pasee.
Dalam pidatonya, Ayah Wa mengajak masyarakat menjadikan peringatan delapan abad Samudera Pasai bukan sekadar seremoni mengenang masa lalu, melainkan sebagai pengingat untuk meneruskan nilai-nilai peradaban yang pernah mengharumkan nama daerah di tingkat internasional.
Menurutnya, Samudera Pasai telah meninggalkan jejak penting sebagai pusat perdagangan, pendidikan, dan penyebaran Islam. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab menjaga serta mengembangkan warisan tersebut demi kemajuan Aceh Utara di masa mendatang.
Ayah Wa juga menyinggung kondisi daerah yang masih berupaya pulih dari dampak bencana. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kuat dan tidak kehilangan harapan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Semangat masyarakat Aceh Utara tidak boleh surut hanya karena musibah. Kita harus bangkit bersama dan menjadikan cobaan sebagai kekuatan untuk membangun daerah yang lebih baik,” ujarnya di hadapan para tamu undangan.
Pada kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan informasi yang disambut antusias warga terkait bantuan biaya hidup atau jadup bagi masyarakat terdampak bencana. Ia menyebut proses penyaluran bantuan tersebut telah memasuki tahap akhir dan direncanakan mulai dapat diterima masyarakat pada pekan depan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, kata dia, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar seluruh hak masyarakat dapat disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd.,Dirjen Perumahan Perdesaan di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang hadir mewakili Menteri Sosial, menilai peringatan 800 tahun Samudera Pasai merupakan momentum penting untuk memperkuat identitas sejarah bangsa. Ia menyebut Samudera Pasai memiliki peranan besar dalam perkembangan Islam dan perdagangan di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Imran, nilai-nilai sejarah yang diwariskan kerajaan tersebut perlu dijadikan inspirasi dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Hal senada disampaikan Ketua DPR Aceh Zulfadli A.Md atau yang dikenal sebagai Abang Samalanga. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kehormatan dan identitas Tanah Pasee dengan meneladani semangat para pendahulu yang telah membangun peradaban besar di wilayah tersebut.
Pembukaan Milad Samudera Pasai ke-800 berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, atraksi budaya, serta defile adat dari sejumlah kecamatan di Aceh Utara. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran program ATM BPD Aceh “Aceh Utara Bangkit”, sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan dan pembangunan daerah.
Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan beragam agenda budaya, religi, edukasi, dan ekonomi yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah.









