Aceh Utara | Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada November 2025 lalu tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga meluluhlantakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu yang terdampak parah adalah pasar malam di Gampong Panteu Breuh, Kecamatan Baktiya, yang hancur diterjang arus deras banjir.
Puluhan pedagang musiman kehilangan lapak, barang dagangan, serta peralatan usaha. Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat seluruh barang hanyut terbawa arus.
Muhammad Nazir, salah seorang pedagang pasar malam, mengaku kehilangan seluruh barang dagangannya yang dipajang di bawah tenda. Ia memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp22 juta.
“Waktu banjir bandang terjadi saya tidak berada di lokasi, karena pulang ke Punteut. Lapak dijaga rekan sesama pedagang, tapi mereka terpaksa mengungsi ke meunasah dan tidak sempat menyelamatkan barang,” ujar Nazir kepada wartawan.
Nazir juga mengungkapkan, kawasan Punteut, Kota Lhokseumawe, saat itu turut dikepung banjir. Ia baru bisa kembali ke lokasi usaha pada hari kelima pascabencana untuk membersihkan lapak bersama pedagang lain yang mengalami nasib serupa.
Saat ditanya apakah sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah, Nazir mengaku bingung harus melapor ke mana. “Kami ini pedagang musiman. Apakah harus melapor ke keuchik setempat?” katanya.
Adapun pedagang yang terdampak antara lain M. Nazir (sandal dan sepatu), Sulaiman (minuman dan istana balon), Sarjani (peralatan pecah belah), M. Ali (jam tangan), Fahmi, Fikram, dan Rahmat (aksesori), Irfan (kaus kaki dan permainan), Mustafa dan Iawanto (warung bakso), Edo, Nadir, dan Ridwan (mainan), M. Nasir, Heri, dan Muhadjir (kolam pancing), serta Anto (jasa permainan anak-anak dan remaja).
Hingga kini, barang-barang yang masih bisa diselamatkan telah dibawa pulang ke rumah masing-masing. Namun, lokasi pasar malam dan lapak usaha masih dalam kondisi berlumpur dan belum dapat difungsikan kembali.
Nazir berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan berupa tenda baru serta modal usaha agar para pedagang bisa kembali berjualan. “Pasar malam selama ini membantu ekonomi warga dan menyediakan hiburan serta kebutuhan dengan harga terjangkau,” ujarnya.









