Aceh Utara | Anggota Tuha Lapan Wali Nanggroe Aceh, Teuku Idris Thaib, mendukung langkah Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM., dalam penanganan dan pemulihan kondisi Aceh Utara pascabanjir bandang November 2025. Menurutnya, Ayah WA bersama wakilnya, Tarmizi Panyang, merupakan dua sosok pemimpin yang selalu hadir di tengah masyarakat ketika daerah dilanda bencana alam.
Pemulihan Aceh Utara pascabanjir merupakan pekerjaan luar biasa yang menguras energi dan pikiran, serta membutuhkan dukungan semua pihak, baik di tingkat kabupaten, provinsi, pemerintah pusat, bahkan bantuan luar negeri,” ungkap T. Idris, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara.
Ia menambahkan, keperihan yang dirasakan masyarakat korban banjir memang belum sepenuhnya dapat dipenuhi dalam waktu satu bulan. Namun, jika melihat keterpaduan penanganan banjir di lapangan, Bupati Ayah WA telah menunjukkan langkah-langkah keberhasilan pada masa tanggap darurat.
Selain menunggu bantuan dari pemerintah pusat, Bupati Aceh Utara juga bergerak cepat membersihkan badan jalan induk kecamatan yang menghubungkan lokasi-lokasi terparah terdampak banjir. Dengan demikian, para relawan yang hendak menuju titik terparah sudah dapat mengakses lokasi tersebut. Hal ini dinilai sangat penting untuk membuka keterisolasian wilayah.
Komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat juga dinilai memadai. Walaupun Presiden belum hadir langsung ke Aceh Utara, para menteri telah datang untuk memastikan bantuan segera dikirim serta pembangunan rumah hunian tetap dapat segera direalisasikan.
Untuk diketahui, banjir bandang yang melanda Aceh Utara tergolong cukup parah. Selain hilangnya puluhan gampong, bencana ini juga merusak basis ekonomi masyarakat, bahkan sejumlah bendung irigasi mengalami kerusakan berat. Kondisi ini dikhawatirkan akan menyebabkan penurunan ekonomi masyarakat pada tahun 2026 dan 2027. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius kepada Aceh Utara melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi yang menyentuh persiapan kebangkitan ekonomi secara menyeluruh,” pungkas Ketua MAA Aceh Utara.









