Aceh Utara — Pemerintah pusat memperkuat percepatan penanganan bencana di Aceh dengan mengirimkan bantuan strategis berupa alat berat dan kendaraan pengolahan air bersih. Bantuan Presiden Republik Indonesia tersebut tiba di Pelabuhan Krueng Geukuh, Selasa (13/1/2026), menggunakan Kapal ADRI LIII.
Kehadiran bantuan ini menandai respons cepat pemerintah dalam mendukung operasi tanggap darurat dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, khususnya pada fase krusial pascabencana yang menuntut dukungan alat berat dan logistik berkelanjutan.
Bantuan Presiden yang tiba meliputi delapan unit mobil Reverse Osmosis (RO) untuk penyediaan air bersih, tiga unit ekskavator standar, dua unit ekskavator long arm, serta tiga unit bulldozer. Seluruh peralatan tersebut diproyeksikan untuk mempercepat pembersihan material bencana, pembukaan akses wilayah terisolasi, pemulihan infrastruktur dasar, serta pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, meninjau langsung proses sandar kapal hingga bongkar muat bantuan di pelabuhan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh alat dan kendaraan dalam kondisi aman, siap operasional, serta dapat segera dimobilisasi ke daerah terdampak sesuai kebutuhan lapangan.
Menurut Pangdam Iskandar Muda, bantuan Presiden memiliki nilai strategis dalam memperkuat kapasitas penanganan bencana di Aceh. Kehadiran alat berat dan kendaraan operasional dinilai krusial untuk mendukung kerja terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi teknis lainnya. “Bantuan dari Bapak Presiden ini adalah bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat Aceh. Seluruh alat berat dan kendaraan operasional akan segera dimanfaatkan untuk mempercepat evakuasi, membuka akses wilayah terdampak, serta mendukung pemulihan infrastruktur dan fasilitas umum,” ujar Pangdam IM.
Ia menegaskan, Kodam Iskandar Muda siap mengawal pendistribusian dan pengoperasian bantuan secara terkoordinasi, dengan mengedepankan prinsip tepat guna dan tepat sasaran. Sinergi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah dan unsur masyarakat, akan terus diperkuat agar manfaat bantuan dapat dirasakan langsung oleh warga terdampak.
Kehadiran bantuan Presiden ini diharapkan mampu mempercepat proses normalisasi wilayah terdampak bencana, sekaligus memperkuat efektivitas penanganan bencana secara berkelanjutan di Aceh. Seluruh bantuan selanjutnya akan didistribusikan sesuai prioritas kebutuhan lapangan sebagai bagian dari upaya pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat.









