Aceh Tamiang | Sebuah video yang beredar di media sosial memunculkan sorotan terhadap aktivitas pengangkutan kayu di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Rekaman tersebut memperlihatkan deretan truk bermuatan kayu gelondongan melintas di jalur lintas Medan–Banda Aceh saat wilayah itu masih terdampak banjir dan longsor.
Video yang diunggah akun Instagram @mnztl_ itu disebut direkam pada dini hari. Dalam tayangan berdurasi singkat tersebut, beberapa truk terlihat beriringan membawa kayu melintasi jalan yang dilaporkan masih berlumpur pascabanjir.
Warga mempertanyakan aktivitas tersebut karena truk pengangkut kayu jarang terlihat beroperasi pada siang hari. Dalam keterangan video, pengunggah menyebutkan rekaman diambil sekitar pukul 01.30 WIB. “Kalau siang hampir tidak pernah terlihat. Mereka berangkat tengah malam,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga menyinggung kondisi Aceh Tamiang yang belum sepenuhnya pulih dari banjir. Sejumlah ruas jalan dilaporkan masih tertutup lumpur, sementara aktivitas pengangkutan kayu tetap berlangsung.
Situasi ini memicu pertanyaan warganet mengenai asal kayu dan legalitas pengangkutannya. Sebagian khawatir aktivitas tersebut berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam di tengah situasi bencana.
Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum terkait aktivitas truk pengangkut kayu yang terekam dalam video tersebut. Warga mendesak adanya penelusuran untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan perlindungan lingkungan.









