LHOKSEUMAWE | Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe mengambil langkah afirmasi bagi mahasiswanya yang terdampak bencana banjir. Sebanyak 203 mahasiswa yang mengalami dampak berat dibebaskan dari kewajiban membayar biaya kuliah atau Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama satu semester.
Kebijakan tersebut diumumkan dalam diskusi terfokus (Focus Group Discussion) bertajuk ”UIN SUNA Peduli: Kegiatan Pemulihan Pascabencana” di Gedung Biro Rektorat, Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (14/3/2026). Langkah ini diambil guna memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah tekanan ekonomi akibat bencana alam.
Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA), Prof. Dr. Danial, M.Ag., menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan manifestasi tanggung jawab institusi terhadap kondisi darurat yang menimpa sivitas akademika.
“Kami ingin memastikan mereka tetap bisa melanjutkan kuliah tanpa terbebani masalah biaya. Mahasiswa yang terdampak banjir dengan kondisi berat kita gratiskan SPP-nya selama satu semester,” ujar Danial.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh beberapa waktu lalu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan sendi ekonomi keluarga mahasiswa. Berdasarkan hasil verifikasi internal kampus, terdapat 203 mahasiswa yang masuk dalam kategori terdampak berat, baik dari segi kerusakan tempat tinggal maupun kehilangan sumber mata pencaharian orangtua.
Pihak rektorat menekankan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti karena kendala finansial yang dipicu oleh bencana. Kebijakan ini diharapkan dapat memberi ruang bagi mahasiswa dan keluarganya untuk fokus pada pemulihan kondisi fisik dan psikis pascabencana.
“Pendidikan harus tetap berjalan meskipun kita sedang menghadapi musibah. Kami berharap kebijakan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga mahasiswa,” tambah Danial.
Langkah UIN SUNA ini menambah daftar institusi pendidikan di Aceh yang mulai menerapkan sistem perlindungan bagi mahasiswa dalam kondisi darurat bencana. Melalui program pemulihan pascabencana ini, kampus juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan akademik para mahasiswa terdampak agar tidak mengalami penurunan prestasi akibat trauma atau kendala teknis lainnya.









