BIREUEN | Aksi nekat sejumlah truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) bikin geger warga Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kendaraan bertonase besar melintas di atas jembatan darurat tanpa diduga mengindahkan aturan pembatasan.
Rekaman yang viral di akun tiktok ytmastah pada Senin (23/2/2026) itu memicu gelombang reaksi keras dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan keberanian sopir truk yang tetap melaju di atas jembatan Bailey yang notabene hanya bersifat sementara.
Seperti diketahui, jembatan yang digunakan saat ini merupakan jembatan Bailey darurat yang dibangun sebagai solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen rampung. Pemerintah telah menetapkan batas maksimal kendaraan yang boleh melintas, yakni 30 ton dan tinggi maksimal 4 meter.
Namun dalam video yang beredar, truk-truk besar diduga membawa muatan CPO dengan tonase yang memicu tanda tanya publik.
Warga khawatir, jika kendaraan berat terus dipaksakan melintas melebihi kapasitas, dampaknya bisa fatal. Struktur jembatan darurat berisiko mengalami kerusakan serius bahkan ambruk.
Jika itu terjadi, bukan hanya pengemudi yang terancam. Akses utama masyarakat bisa lumpuh total. Distribusi barang terganggu, aktivitas ekonomi terhambat, dan keselamatan pengguna jalan dipertaruhkan.
Masyarakat mendesak adanya langkah tegas dari pihak terkait. Pengawasan dianggap perlu diperketat, termasuk kemungkinan pemasangan portal permanen atau penindakan langsung terhadap kendaraan yang melanggar aturan.
“Jangan tunggu roboh dulu baru bertindak,” tulis salah satu warganet dalam kolom komentar yang kini ramai diperbincangkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penindakan terhadap truk-truk tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan infrastruktur darurat bukan untuk diuji coba. Pertanyaannya kini, apakah aturan hanya sekadar imbauan?









