GENTAPOST.COM – Aroma tanah basah pasca-hujan di Baroh Kuta Batee seolah menyimpan gaung perlawanan masa lalu yang tak pernah benar-benar padam. Di bawah langit Meurah Mulia , Aceh Utara, jejak kepahlawanan Teuku Cut Banta (1860–1928) abadi sebagai sosok benteng pertahanan yang mendedikasikan 68 tahun masa hidupnya untuk memimpin wilayah Muroeng—kawasan yang kini dikenal sebagai Kuta Batee.
Kronologi Penyelamatan Sultan Muhammad Daud Syah
Memasuki gerbang akhir abad ke-19, agresi militer Belanda kian agresif memburu pergerakan gerilya Sultan terakhir Aceh, Sultan Muhajmad Daud Syah. Ketika posisi pertahanan pusat kian goyah dan marsose kolonial mulai mengendus keberadaan sang pucuk pimpinan di pedalaman, wilayah Muroeng menjadi rute pelarian yang paling menentukan.
Teuku Cut Banta segera mengambil keputusan taktis untuk menggelar pagar betis pelindung. Mengetahui bahwa pasukan marsose kian merapat, ia mengonsolidasikan seluruh kekuatan rakyat dan prajurit setianya guna mengalihkan perhatian musuh. Saat bentrokan pecah, di tengah desingan peluru, Teuku Cut Banta bersama sisa-sisa pengawalnya berhasil melarikan Sultan keluar dari kepungan menuju arah Blang Barat hingga menembus aman ke wilayah Syamtalira Bayu.
Bahu-Membahu di Palagan Muroeng
Perjuangan mempertahankan wilayah Muroeng dan menyelamatkan sang Sultan bukanlah aksi tunggal. Keberhasilan strategi gerilya dan ketahanan benteng Kuta Batee bertumpu pada kesetiaan para elite militer lokal dan pejuang rakyat yang bertempur berdampingan bersama Teuku Cut Banta. Beberapa tokoh kunci yang tercatat dalam sejarah lokal di antaranya:
Raja Kicak (Raja Gukguk): Ajudan kepercayaan sekaligus tangan kanan Teuku Cut Banta. Dalam pertempuran sengit menyelamatkan Sultan, Raja Kicak bertindak sebagai tameng garda depan yang mengadang laju pasukan pengepung musuh. Ia gugur sebagai syahid dalam palagan tersebut dan jasadnya dikebumikan terhormat di kompleks Pemakaman Masjid Kuta Batee.
Para Pengikut Setia Kesultanan & Uleebalang Muroeng: Barisan prajurit reguler dan pasukan adat yang menjadi benteng hidup di parit pertahanan benteng. Di bawah arahan taktis Teuku Cut Banta, mereka menolak menyerah meski dihujani peluru tak bertepi, memastikan evakuasi pemimpin tertinggi Aceh berjalan tanpa hambatan.
Neraka di Wilayah Muroeng
Pertempuran di wilayah Muroeng sebutan lawas untuk kawasan Kuta Batee menjelma menjadi palagan yang sengit. Pasukan kolonial yang dilengkapi dengan persenjataan mutakhir berulang kali dibuat frustrasi oleh barikade pertahanan rakyat bentukan Teuku Cut Banta.
“Dinding benteng kami mungkin hanya dari timbunan batu dan tanah basah, tapi semangat di dalam dada ini dilapisi baja syahid!” demikian sepenggal narasi lisan yang hidup di tengah keturunan pejuang Muroeng menggambarkan keteguhan mereka. Setiap jengkal rawa, parit bertanah padat, dan rimbun pepohonan dijadikan jebakan mematikan bagi serdadu marsose yang mencoba masuk. Pertempuran berkecamuk tanpa mengenal jeda; kepulan asap mesiu dan bau darah menjadi saksi bagaimana bumi Muroeng dipertahankan habis-habisan demi harga diri sebuah bangsa.
Informasi Geografis Situs Kuta Batee Saat Ini
Secara administratif, lokasi bersejarah pertahanan Kuta Batee kini berada di kawasan Gampong Baroh Kuta Batee, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Kondisi Lanskap: Situs benteng pertahanan kuno (Kuta) ini berada di wilayah pedalaman Aceh Utara dengan luas gampong mencakup sekitar 182,2 hektar yang didominasi oleh bentang agraris, aliran parit alami, dan pemukiman warga..
Monumen Hidup: Walaupun sisa fisik dinding pertahanan batu (batee) telah banyak yang tertimbun dan menyatu dengan alam akibat waktu, kebesaran nama peninggalan sang panglima diabadikan secara geografis menjadi nama desa kembar di wilayah tersebut, yakni Baroh Kuta Batee da Tunoeng Kuta Batee.
Warisan keteguhan Teuku Cut Banta menolak menyerah selama lebih dari setengah abad bukan lagi sekadar catatan usang di atas kertas. Ia menjelma menjadi identitas tanah subur di pedalaman Aceh Utara yang mengalirkan kebanggaan bagi generasi hari ini.









