Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Teuku Cut Banta: Panglima Perang Kuta Batee Aceh Utara Pelindung Sultan Aceh Terakhir

Teuku Cut Banta: Panglima Perang Kuta Batee Aceh Utara Pelindung Sultan Aceh Terakhir

Redaksi by Redaksi
10 Oktober 2026
in Advertorial, Artikel, News
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

GENTAPOST.COM – Aroma tanah basah pasca-hujan di Baroh Kuta Batee seolah menyimpan gaung perlawanan masa lalu yang tak pernah benar-benar padam. Di bawah langit Meurah Mulia , Aceh Utara, jejak kepahlawanan Teuku Cut Banta (1860–1928) abadi sebagai sosok benteng pertahanan yang mendedikasikan 68 tahun masa hidupnya untuk memimpin wilayah Muroeng—kawasan yang kini dikenal sebagai Kuta Batee.

Kronologi Penyelamatan Sultan Muhammad Daud Syah

Memasuki gerbang akhir abad ke-19, agresi militer Belanda kian agresif memburu pergerakan gerilya Sultan terakhir Aceh, Sultan Muhajmad Daud Syah. Ketika posisi pertahanan pusat kian goyah dan marsose kolonial mulai mengendus keberadaan sang pucuk pimpinan di pedalaman, wilayah Muroeng menjadi rute pelarian yang paling menentukan.

Konten Terkait

Akselerasi Koridor Laut Aceh–Penang: Langkah Progresif Pembuka Akses Pasar Maritim Internasional

Akselerasi Koridor Laut Aceh–Penang: Langkah Progresif Pembuka Akses Pasar Maritim Internasional

10 Oktober 2026
Polemik Bantuan Isi Hunian Rp3 Juta, Geuchik Ujong Kuta Batee Buka Suara

Polemik Bantuan Isi Hunian Rp3 Juta, Geuchik Ujong Kuta Batee Buka Suara

10 Oktober 2026
Bupati Ayah Wa Gandeng Ulama Kharismatik Dalam Rapat Persiapan Hari Santri Nasional

Bupati Ayah Wa Gandeng Ulama Kharismatik Dalam Rapat Persiapan Hari Santri Nasional

9 Oktober 2026
Perkuat Aset Desa, Pemdes Paya Beurandang Bebaskan Lahan Masyarakat

Perkuat Aset Desa, Pemdes Paya Beurandang Bebaskan Lahan Masyarakat

8 Oktober 2026

Teuku Cut Banta segera mengambil keputusan taktis untuk menggelar pagar betis pelindung. Mengetahui bahwa pasukan marsose kian merapat, ia mengonsolidasikan seluruh kekuatan rakyat dan prajurit setianya guna mengalihkan perhatian musuh. Saat bentrokan pecah, di tengah desingan peluru, Teuku Cut Banta bersama sisa-sisa pengawalnya berhasil melarikan Sultan keluar dari kepungan menuju arah Blang Barat hingga menembus aman ke wilayah Syamtalira Bayu.

Bahu-Membahu di Palagan Muroeng

Perjuangan mempertahankan wilayah Muroeng dan menyelamatkan sang Sultan bukanlah aksi tunggal. Keberhasilan strategi gerilya dan ketahanan benteng Kuta Batee bertumpu pada kesetiaan para elite militer lokal dan pejuang rakyat yang bertempur berdampingan bersama Teuku Cut Banta. Beberapa tokoh kunci yang tercatat dalam sejarah lokal di antaranya:

Raja Kicak (Raja Gukguk): Ajudan kepercayaan sekaligus tangan kanan Teuku Cut Banta. Dalam pertempuran sengit menyelamatkan Sultan, Raja Kicak bertindak sebagai tameng garda depan yang mengadang laju pasukan pengepung musuh. Ia gugur sebagai syahid dalam palagan tersebut dan jasadnya dikebumikan terhormat di kompleks Pemakaman Masjid Kuta Batee.

Para Pengikut Setia Kesultanan & Uleebalang Muroeng: Barisan prajurit reguler dan pasukan adat yang menjadi benteng hidup di parit pertahanan benteng. Di bawah arahan taktis Teuku Cut Banta, mereka menolak menyerah meski dihujani peluru tak bertepi, memastikan evakuasi pemimpin tertinggi Aceh berjalan tanpa hambatan.

Neraka di Wilayah Muroeng

Pertempuran di wilayah Muroeng sebutan lawas untuk kawasan Kuta Batee menjelma menjadi palagan yang sengit. Pasukan kolonial yang dilengkapi dengan persenjataan mutakhir berulang kali dibuat frustrasi oleh barikade pertahanan rakyat bentukan Teuku Cut Banta.

“Dinding benteng kami mungkin hanya dari timbunan batu dan tanah basah, tapi semangat di dalam dada ini dilapisi baja syahid!” demikian sepenggal narasi lisan yang hidup di tengah keturunan pejuang Muroeng menggambarkan keteguhan mereka. Setiap jengkal rawa, parit bertanah padat, dan rimbun pepohonan dijadikan jebakan mematikan bagi serdadu marsose yang mencoba masuk. Pertempuran berkecamuk tanpa mengenal jeda; kepulan asap mesiu dan bau darah menjadi saksi bagaimana bumi Muroeng dipertahankan habis-habisan demi harga diri sebuah bangsa.

Informasi Geografis Situs Kuta Batee Saat Ini

Secara administratif, lokasi bersejarah pertahanan Kuta Batee kini berada di kawasan Gampong Baroh Kuta Batee, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Kondisi Lanskap: Situs benteng pertahanan kuno (Kuta) ini berada di wilayah pedalaman Aceh Utara dengan luas gampong mencakup sekitar 182,2 hektar yang didominasi oleh bentang agraris, aliran parit alami, dan pemukiman warga..

Monumen Hidup: Walaupun sisa fisik dinding pertahanan batu (batee) telah banyak yang tertimbun dan menyatu dengan alam akibat waktu, kebesaran nama peninggalan sang panglima diabadikan secara geografis menjadi nama desa kembar di wilayah tersebut, yakni Baroh Kuta Batee da Tunoeng Kuta Batee.

Warisan keteguhan Teuku Cut Banta menolak menyerah selama lebih dari setengah abad bukan lagi sekadar catatan usang di atas kertas. Ia menjelma menjadi identitas tanah subur di pedalaman Aceh Utara yang mengalirkan kebanggaan bagi generasi hari ini.

Sumber: acehutara.go.id
Tags: berita acehHistory AcehHistory Baroh Kuta BateeMeurah mulia
ShareTweetPin
Previous Post

Polemik Bantuan Isi Hunian Rp3 Juta, Geuchik Ujong Kuta Batee Buka Suara

Next Post

Akselerasi Koridor Laut Aceh–Penang: Langkah Progresif Pembuka Akses Pasar Maritim Internasional

Konten Terkait

Akselerasi Koridor Laut Aceh–Penang: Langkah Progresif Pembuka Akses Pasar Maritim Internasional
Ekonomi

Akselerasi Koridor Laut Aceh–Penang: Langkah Progresif Pembuka Akses Pasar Maritim Internasional

10 Oktober 2026

ACEH UTARA – Pemerintah Aceh secara bertahap mematangkan langkah strategis reaktivasi dan pembukaan rute...

Polemik Bantuan Isi Hunian Rp3 Juta, Geuchik Ujong Kuta Batee Buka Suara
News

Polemik Bantuan Isi Hunian Rp3 Juta, Geuchik Ujong Kuta Batee Buka Suara

10 Oktober 2026

ACEH UTARA | Geuchik Gampong Ujong Kuta Batee, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara,...

Bupati Ayah Wa Gandeng Ulama Kharismatik Dalam Rapat Persiapan Hari Santri Nasional
Advertorial

Bupati Ayah Wa Gandeng Ulama Kharismatik Dalam Rapat Persiapan Hari Santri Nasional

9 Oktober 2026

ACEH UTARA - Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, SE., MM., atau yang biasa...

Perkuat Aset Desa, Pemdes Paya Beurandang Bebaskan Lahan Masyarakat
News

Perkuat Aset Desa, Pemdes Paya Beurandang Bebaskan Lahan Masyarakat

8 Oktober 2026

ACEH UTARA — Pemerintah Desa Paya Beurandang, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, menunjukkan...

Next Post
Akselerasi Koridor Laut Aceh–Penang: Langkah Progresif Pembuka Akses Pasar Maritim Internasional

Akselerasi Koridor Laut Aceh–Penang: Langkah Progresif Pembuka Akses Pasar Maritim Internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.