Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Tangis Haru Nek Mar Pecah! 60 Tahun Mengajar Mengaji, Shella Saukia Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci

Oplus_131072

Tangis Haru Nek Mar Pecah! 60 Tahun Mengajar Mengaji, Shella Saukia Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci

Redaksi by Redaksi
6 November 2026
in Artikel, News
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

PIDIE, GENTAPOST.COM – Tak semua orang memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpi yang selama puluhan tahun hanya tersimpan dalam doa. Bagi Nek Mar, seorang guru mengaji yang telah mengabdikan hidupnya selama sekitar 60 tahun untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an, impian melihat Ka’bah akhirnya datang melalui jalan yang tak pernah ia bayangkan.

Momen mengharukan itu terjadi ketika pengusaha sekaligus influencer asal Aceh, Shella Saukia, memberikan hadiah istimewa berupa perjalanan ibadah umrah kepada Nek Mar.

Dalam video yang diunggah langsung melalui akun TikTok Shella Saukia yang berdurasi 57 menit, terlihat pertemuan keduanya berlangsung penuh kehangatan. Percakapan sederhana berubah menjadi suasana emosional ketika Shella mulai menanyakan salah satu impian terbesar Nek Mar.

Konten Terkait

AS Buka Sayembara, Tawarkan Hadiah Rp362 M untuk Informasi Nuklir Iran

AS Buka Sayembara, Tawarkan Hadiah Rp362 M untuk Informasi Nuklir Iran

7 November 2026
Bupati Pimpin Rakor, Pemkab Aceh Utara Siapkan Maulid Raya dan MTQ

Bupati Pimpin Rakor, Pemkab Aceh Utara Siapkan Maulid Raya dan MTQ

7 November 2026
Menguji Komitmen Damai Aceh: Mengapa Represifitas TNI di Tiro Pidie Adalah Kesalahan Strategis yang Membahayakan Negara?

Menguji Komitmen Damai Aceh: Mengapa Represifitas TNI di Tiro Pidie Adalah Kesalahan Strategis yang Membahayakan Negara?

7 November 2026
MAHASISWI ADMINISTRASI PUBLIK FISIP UNIMAL ASAL ACEH TIMUR DINOBATKAN SEBAGAI DUTA BACA UTAMA 2026

MAHASISWI ADMINISTRASI PUBLIK FISIP UNIMAL ASAL ACEH TIMUR DINOBATKAN SEBAGAI DUTA BACA UTAMA 2026

6 November 2026

“Nek Mar pernah punya mimpi melihat Ka’bah enggak?” tanya Shella.

Dengan suara yang terdengar penuh harap, Nek Mar mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi Tanah Suci, melihat Ka’bah, dan berziarah ke makam Rasulullah SAW.

Mendengar jawaban tersebut, Shella kemudian menyampaikan tawaran yang seketika mengubah suasana.

“Kalau saya berangkat umrah, Nek Mar mau enggak ikut sama saya?” tanyanya.

Nek Mar menjawab dengan penuh haru. Ia mengaku ingin sekali pergi, jika kondisi fisiknya masih memungkinkan.

Tak ingin membiarkan harapan itu hanya menjadi percakapan, Shella kemudian menyampaikan kabar yang membuat Nek Mar tak kuasa menahan air mata.

“Nanti saya berangkatkan. Mewakili ya, Nek Mar. Saya berangkatkan dua orang,” ujar Shella.

Mendengar ucapan tersebut, wajah Nek Mar seketika berubah. Air matanya mengalir. Perempuan yang selama puluhan tahun mengajarkan anak-anak mengaji itu tampak begitu terharu menerima kesempatan untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Dalam pelukan Shella, Nek Mar menangis tersedu-sedu. Ada kebahagiaan, rasa syukur, sekaligus haru yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

“Saya sudah yakin, itu takdir Allah. Tidak ada yang lain,” ucap Nek Mar.

Shella kemudian berusaha menenangkan dan menguatkan Nek Mar. Ia berjanji akan mengantarkannya melihat Ka’bah, mengunjungi Raudhah, serta berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

“Nanti saya bawakan ke makam Nabi Muhammad, saya bawakan ke Raudhah, saya bawakan melihat Ka’bah,” tutur Shella.

Di tengah suasana penuh air mata itu, Nek Mar juga mengenang perjalanan pengabdiannya. Selama kurang lebih 60 tahun, ia mengajar mengaji dan mendidik anak-anak hingga tumbuh dewasa.

Sambil menunjukkan salah seorang muridnya yang hadir dalam video tersebut, Nek Mar seolah ingin memperlihatkan bahwa perjalanan hidupnya selama ini tidak sia-sia. Anak-anak yang dahulu belajar mengaji kini telah tumbuh menjadi orang dewasa.

Shella pun menyampaikan bahwa mungkin inilah jalan rezeki yang telah Allah titipkan kepada dirinya untuk membantu mewujudkan impian Nek Mar.

“Ada satu murid Nek Mar yang Allah panggil. Mungkin rezekinya Nek Mar lewat aku,” kata Shella sambil memeluknya erat.

Shella juga menyampaikan rencana keberangkatan Nek Mar pada Februari 2027. Harapannya, perjalanan tersebut menjadi kesempatan bagi Nek Mar untuk merasakan kebahagiaan beribadah di Tanah Suci menjelang bulan suci Ramadan.

Dari Kisah Firdaus hingga Kebahagiaan Nek Mar

Kebaikan Shella Saukia ini juga mengingatkan publik pada kisah Firdaus, bocah berusia sembilan tahun asal Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, yang sempat menyita perhatian masyarakat.

Firdaus dikenal karena perjuangannya mengayuh sepeda ontel sejauh kurang lebih 14,5 hingga 20 kilometer untuk mengantarkan ayahnya berobat ke RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli.

Setiap perjalanan menjadi perjuangan tersendiri bagi bocah yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar tersebut. Ia harus berangkat sejak Subuh, sekitar pukul 05.00 WIB, sambil membonceng ayahnya yang menderita penyakit jantung dan asma kronis.

Keterbatasan ekonomi dan kendaraan tidak membuat Firdaus menyerah. Perjalanan yang dapat memakan waktu sekitar dua jam itu menjadi bukti kasih sayang seorang anak kepada ayahnya.

Kisah Firdaus kemudian viral di media sosial dan mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Ia bahkan diundang dalam acara Pagi Pagi Ambyar yang disiarkan Trans TV dan beberapa program lainnya.

Di balik berbagai kisah yang mengundang perhatian masyarakat tersebut, hadiah umrah untuk Nek Mar menghadirkan pesan kemanusiaan yang begitu dalam. Bahwa kebaikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk besar. Terkadang, sebuah kesempatan untuk mewujudkan mimpi yang telah dipendam selama puluhan tahun jauh lebih berharga daripada apa pun.

Bagi Nek Mar, perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan jauh. Itu adalah jawaban atas doa panjang seorang perempuan yang selama enam dekade telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi demi generasi.

Kini, impian yang dahulu hanya bisa diceritakan dengan penuh harap mulai menemukan jalannya. Di balik air mata Nek Mar, tersimpan kebahagiaan yang mungkin tak pernah mampu ia ungkapkan sepenuhnya.

Penulis: Muhammad sayuti
Tags: 60 Tahun Mengajarberita acehke Tanah SuciMengajiNek Mar Pecah!Shella SaukiaTangis HaruWujudkan Mimpi
ShareTweetPin
Previous Post

Polres Lhokseumawe Tertibkan 1.175 Knalpot Brong, Enam Motor Tanpa Dokumen Diamankan

Next Post

Pangdam Iskandar Muda Buka Suara soal Bentrokan Berdarah di Pidie, Tegaskan Prajurit Tak Gunakan Peluru Tajam

Konten Terkait

AS Buka Sayembara, Tawarkan Hadiah Rp362 M untuk Informasi Nuklir Iran
News

AS Buka Sayembara, Tawarkan Hadiah Rp362 M untuk Informasi Nuklir Iran

7 November 2026

JAKARTA, GENTAPOST.COM - Amerika Serikat membuka sayembara menawarkan uang senilai US$20 juta atau sekitar...

Bupati Pimpin Rakor, Pemkab Aceh Utara Siapkan Maulid Raya dan MTQ
Advertorial

Bupati Pimpin Rakor, Pemkab Aceh Utara Siapkan Maulid Raya dan MTQ

7 November 2026

ACEH UTARA, GENTAPOST.COM | Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Maulid Raya...

Menguji Komitmen Damai Aceh: Mengapa Represifitas TNI di Tiro Pidie Adalah Kesalahan Strategis yang Membahayakan Negara?
News

Menguji Komitmen Damai Aceh: Mengapa Represifitas TNI di Tiro Pidie Adalah Kesalahan Strategis yang Membahayakan Negara?

7 November 2026

ACEH — Perkembangan situasi di Aceh yang terekam dalam berbagai kanal media digital, termasuk...

MAHASISWI ADMINISTRASI PUBLIK FISIP UNIMAL ASAL ACEH TIMUR DINOBATKAN SEBAGAI DUTA BACA UTAMA 2026
News

MAHASISWI ADMINISTRASI PUBLIK FISIP UNIMAL ASAL ACEH TIMUR DINOBATKAN SEBAGAI DUTA BACA UTAMA 2026

6 November 2026

LHOKSEUMAWE – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah Aceh Timur Cut Mutia, mahasiswi Program...

Next Post
Pangdam Iskandar Muda Buka Suara soal Bentrokan Berdarah di Pidie, Tegaskan Prajurit Tak Gunakan Peluru Tajam

Pangdam Iskandar Muda Buka Suara soal Bentrokan Berdarah di Pidie, Tegaskan Prajurit Tak Gunakan Peluru Tajam

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.