GENTAPOST.COM | ACEH TENGGARA – Wacana pengalihan pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke kantin sekolah mendapat penolakan dari SPPG Aceh Tenggara Lawe Alas Prapat Batu Nunggul.
Pihak SPPG menilai, keberadaan dapur SPPG yang selama ini menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG seharusnya tetap dipertahankan dan diperkuat, bukan dialihkan ke kantin sekolah.
Sikap tersebut disampaikan PIC/perwakilan mitra SPPG Aceh Tenggara Lawe Alas Prapat Batu Nunggul, Ahmad Damankhuri, MPd, menyikapi adanya wacana pengelolaan MBG melalui kantin sekolah.
Menurut Ahmad, pengelolaan MBG melalui SPPG memiliki sistem kerja dan mekanisme pelayanan yang telah dipersiapkan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
“Kami tidak mendukung wacana pengalihan dapur SPPG ke kantin sekolah. Menurut kami, SPPG yang sudah berjalan seharusnya tetap dipertahankan dan diperkuat, bukan dialihkan begitu saja ke kantin sekolah,” tegas Ahmad.
Ia menilai, pengelolaan MBG bukan sekadar persoalan menyediakan makanan di lingkungan sekolah. Ada sejumlah aspek yang harus diperhatikan, mulai dari penyediaan bahan makanan, proses pengolahan, pemenuhan standar gizi, kebersihan, keamanan pangan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
“Program MBG ini menyangkut pemenuhan gizi anak-anak. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara serius, terukur dan memiliki standar yang jelas. SPPG sudah dibentuk untuk menjalankan fungsi tersebut, sehingga menurut kami keberadaannya harus diperkuat,” ujarnya.
Ahmad juga mengingatkan agar perubahan sistem pengelolaan MBG tidak dilakukan hanya berdasarkan pertimbangan efisiensi atau kemudahan distribusi. Menurutnya, aspek kualitas dan pengawasan harus menjadi pertimbangan utama.
“Kami berharap wacana ini dapat dikaji secara matang. Jangan sampai perubahan sistem justru menimbulkan persoalan baru. Yang paling penting adalah bagaimana program MBG tetap berjalan dengan baik, makanan yang diberikan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan, serta pelaksanaannya dapat diawasi dengan baik,” katanya kepada awak media, Kamis (10/9/2026).
Ia menambahkan, pihaknya mendukung penuh keberlanjutan Program MBG sebagai program yang bertujuan memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, khususnya para peserta didik.
Namun, dukungan tersebut menurutnya harus dibarengi dengan sistem pelaksanaan yang tepat. Karena itu, SPPG Lawe Alas Prapat Batu Nunggul berharap pemerintah dan pihak terkait mempertimbangkan keberadaan dapur SPPG sebelum mengambil kebijakan terkait perubahan pola pengelolaan MBG.
“Kami bukan menolak program MBG. Justru kami mendukung program ini terus berjalan. Yang kami tidak dukung adalah wacana pengalihan pengelolaan dari SPPG ke kantin sekolah. Kami berharap SPPG tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG dan terus dilakukan evaluasi serta penguatan,” pungkas Ahmad.
Diketahui, SPPG Aceh Tenggara Lawe Alas Prapat Batu Nunggul beralamat di Desa Prapat Batu Nunggul, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Kepala SPPG tersebut adalah Riski Ananda, S.Kep., sementara Ahmad Damankhuri, MPd, merupakan PIC/perwakilan mitra. (SKD)









