JAKARTA – Tidak sedikit orang yang merasakan kantuk berat dan rasa malas setelah berbuka puasa. Alih-alih bersegera menunaikan salat Magrib atau bersiap untuk Tarawih, tubuh justru terasa lemas. Dalam Islam, kondisi ini kerap dikaitkan dengan perilaku berlebih-lebihan (israf) dalam makan dan minum.
Padahal, Rasulullah SAW telah memberikan teladan sederhana namun luar biasa dalam menjaga pola makan. Sunnah beliau bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga selaras dengan prinsip kesehatan modern.
Berbuka Bukan Sekadar Melepas Lapar
Berbuka puasa adalah momen ibadah. Ia bukan hanya soal mengisi kembali energi, tetapi juga tentang adab, kesederhanaan, dan keberkahan. Rasulullah SAW mengajarkan agar berbuka secara ringan terlebih dahulu, bukan langsung menyantap hidangan berat dalam jumlah besar.
Dalam hadis riwayat Sunan Abu Dawud, Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan kurma karena mengandung keberkahan. Anjuran ini ternyata memiliki hikmah medis yang luar biasa.
Berikut pola berbuka yang bisa diterapkan dalam 15 menit pertama setelah azan:
1. Awali dengan Air Putih
Mulailah dengan membaca basmalah, lalu minum air putih. Setelah hampir 13 jam berpuasa, tubuh mengalami dehidrasi ringan. Air putih membantu mengaktifkan kembali sistem pencernaan tanpa “mengagetkan” lambung.
2. Konsumsi Kurma (Rutab atau Tamr)
Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat diserap tubuh. Energi naik secara bertahap tanpa lonjakan gula darah drastis. Inilah hikmah sunnah yang selaras dengan ilmu gizi modern.
3. Beri Jeda Sebelum Makanan Berat
Jangan langsung memenuhi piring. Beri jeda beberapa menit, atau dahulukan salat Magrib. Jeda ini membantu otak menerima sinyal kenyang sehingga mencegah makan berlebihan.
4. Makan Secukupnya dan Seimbang Setelah salat, barulah menyantap makanan utama dengan porsi seimbang: protein, sayur, dan karbohidrat secukupnya. Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Qur’an agar tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum.
Bahaya Makan Berlebihan Saat Berbuka
Secara medis, ketika kita makan terlalu banyak sekaligus, aliran darah akan terkonsentrasi ke sistem pencernaan. Akibatnya, suplai darah ke otak berkurang sementara waktu, sehingga timbul rasa kantuk berat.
Rasulullah SAW telah mengingatkan hal ini dalam hadis riwayat Jami` at-Tirmidhi:
“Tidak ada wadah yang dipenuhi manusia yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan punggungnya.”
Hadis ini bukan hanya pesan spiritual, tetapi juga prinsip kesehatan yang luar biasa relevan sepanjang zaman.
Agar Ibadah Malam Tetap Khusyuk
Agar tubuh tetap ringan dan ibadah maksimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Berhenti sebelum terlalu kenyang.
- Utamakan salat Magrib sebelum makan besar.
- Niatkan makan untuk menguatkan ibadah, bukan sekadar memuaskan selera.
- Batasi makanan tinggi gula dan gorengan berlebihan.
Dengan mengikuti pola berbuka ala sunnah, insyaAllah tubuh lebih segar, pikiran lebih fokus, dan ibadah malam seperti Tarawih dapat dijalankan dengan khusyuk.
Sunnah Nabi bukan sekadar tradisi, melainkan panduan hidup yang menyehatkan lahir dan batin.









