Aceh Utara | Korban banjir bandang di Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, masih membutuhkan tenda pengungsian. Hingga kini, sebagian warga terpaksa menempati ruang kelas sekolah yang digunakan sebagai tempat berlindung sementara.
Kondisi tersebut dinilai mendesak karena aktivitas belajar mengajar di sekolah setempat dijadwalkan kembali berjalan pada Januari 2026. Tanpa tenda pengungsian, warga dikhawatirkan tidak memiliki tempat tinggal sementara yang layak.
Situasi di lapangan terungkap saat PT Putra Ogami Jaya melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir bandang, Sabtu (20/12/2025). Perusahaan itu menyambangi enam dusun di Desa Lubok Pusaka, yakni Dusun Bulebaru, Selemak Bidari, Pir, Len Pipa, Sahraja, dan Tanah Merah.
Project Manager PT Putra Ogami Jaya, Muhammad Nazar, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi pengungsi sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Selain bantuan logistik dan makanan siap saji, PT Putra Ogami Jaya juga menurunkan tim medis ke sejumlah titik pengungsian. Langkah ini dilakukan menyusul mulai munculnya gangguan kesehatan di kalangan pengungsi.
“Beberapa warga mengalami demam, batuk, dan penyakit kulit akibat kondisi pengungsian dan cuaca yang tidak menentu. Tim medis kami siapkan untuk pemeriksaan dan pengobatan,” kata Nazar.
Geuchik Desa Lubok Pusaka, Janni, mengapresiasi kepedulian perusahaan tersebut yang dinilainya cepat tanggap membantu warga tanpa menunggu perhatian luas.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Bukan hanya soal barang, tetapi menunjukkan bahwa masyarakat tidak dibiarkan sendiri menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Salah seorang pengungsi yang di lansir dari Batasaceh com, Saipul, menyebutkan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah tenda pengungsian dan akses air bersih. Menurut dia, keterbatasan air bersih menjadi persoalan serius di lokasi pengungsian.
“Kami berharap ada bantuan tenda karena sekolah akan digunakan kembali. Air bersih juga sangat terbatas, kami butuh sumur bor agar bisa bertahan,” kata Saipul.
Banjir bandang yang melanda Kecamatan Langkahan mengakibatkan ribuan warga mengungsi dan menyebabkan banyak rumah terendam serta rusak berat. Hingga kini, proses pemulihan pascabencana masih berlangsung dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Sebelumnya, PT Putra Ogami Jaya juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa ratusan sak beras, air mineral, mi instan, pakaian layak pakai, biskuit, perlengkapan bayi, serta obat-obatan bagi pengungsi di Desa Buket Linteng, Kecamatan Langkahan.
Langkah tersebut dinilai menjadi contoh peran dunia usaha dalam merespons bencana, terutama pada masa pemulihan ketika kebutuhan dasar warga masih belum terpenuhi.









