ACEH UTARA – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara resmi mengumumkan pembukaan seleksi Pendidikan Kader Ulama (PKU) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini bertujuan mencetak generasi ulama muda yang mampu menjadi penengah di tengah masyarakat.
Kepala Sekretariat MPU Aceh Utara, Wahyuddin, SH, mengonfirmasi bahwa seluruh persiapan administrasi dan jadwal seleksi telah dimatangkan melalui Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua MPU, Tgk. H. Abdul Manan.
“Kami mengundang pemuda terbaik dari setiap kecamatan di Aceh Utara untuk bergabung. Tahun ini, fokus kami adalah membentuk mediator konflik yang tangguh dalam menjaga aqidah ummat,” ujar Wahyuddin saat dikonfirmasi awak media di Lhoksukon, Kamis (9/4).
Tahapan Seleksi
Wahyuddin menjelaskan bahwa proses rekrutmen akan dilakukan secara transparan dan tersebar di empat titik lokasi utama:
Penerimaan Nama Calon: 9 s.d. 14 April 2026 (Melalui koordinasi Camat dan utusan MPU Kecamatan).
- Seleksi/Tes: 16 April 2026.
- Pengumuman: 17 April 2026.
Pelaksanaan PKU: 29 April s.d. 13 Mei 2026 di Mitra Hotel, Lhoksukon, dan dilanjutkan field study ke Banda Aceh.
Lokasi Tes dan Kuota
Untuk memudahkan akses, MPU membagi titik seleksi di empat masjid besar:
- Masjid Baiturrahman (Alue Ie Puteh)
- Masjid Khalifah Ibrahim (Matangkuli)
- Masjid Mideuen Syuhada (Bayu)
- Masjid Nurul Falah (Bungkaih)
“Masing-masing kecamatan memiliki kuota 3 orang calon peserta. Nantinya, satu orang dengan nilai tertinggi dari tiap kecamatan akan langsung dinyatakan lulus otomatis, ditambah 3 orang lulus terbaik dari hasil rekapitulasi keseluruhan,” tambah Wahyuddin.
Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, calon peserta haruslah laki-laki berusia 20-35 tahun, berdomisili di Aceh Utara (dibuktikan dengan KTP), dan memiliki kemampuan membaca Kitab Fathul Muin.
“Materi tes meliputi pengujian kitab, wawasan Ahlussunnah wal Jamaah, Mazhab Syafi’i, serta kematangan emosional. Ini penting karena peran mereka nantinya adalah sebagai mediator di masyarakat,” tutup Wahyuddin.
Seluruh fasilitas selama pendidikan, termasuk akomodasi (asrama) selama 15 hari, transportasi, dan konsumsi akan ditanggung oleh pihak panitia.









