Banda Aceh – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), secara resmi melantik Nazaruddin Dek Gam sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Aceh periode 2025-2030. Prosesi pelantikan tersebut berlangsung khidmat di Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026).
Selain melantik Dek Gam, Zulhas juga melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Aceh.
Dalam sambutannya, Nazaruddin Dek Gam menyatakan kesiapannya untuk membesarkan PAN di Tanah Rencong. Ia menekankan bahwa jajaran pengurus yang baru dilantik merupakan kader-kader potensial yang siap bekerja keras dan menjaga loyalitas terhadap partai.
“Kami didukung anak-anak muda dan masyarakat. Insya Allah PAN Aceh akan merebut kembali kemenangan. Jangan pernah ragukan semangat kami,” tegas Dek Gam.
Ia pun menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif serta menduduki posisi pimpinan di parlemen pada pemilu mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas, memberikan arahan mengenai filosofi logo matahari yang menjadi simbol PAN. Menurut Zulhas, lambang tersebut mencerminkan semangat berbagi manfaat bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan.
“Filosofi matahari adalah memberikan kasih sayang, cinta, dan kehidupan kepada siapa pun tanpa membeda-bedakan. Itulah nilai yang harus dijalankan seluruh kader PAN,” ujar Zulhas.
Zulhas juga menegaskan bahwa PAN berlandaskan pada asas moral politik rahmatan lil alamin, yang mengedepankan nilai kepedulian terhadap lingkungan dan keberpihakan kepada masyarakat luas.
Dalam pidatonya, Zulhas turut menyinggung komitmen PAN dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut dukungan tersebut sebagai bentuk kesetiaan partai terhadap perjuangan dan cita-cita bangsa.
“Bersama Presiden Prabowo, kita ingin mengembalikan kedaulatan ekonomi Indonesia sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945,” tutup Zulhas.
Ia juga sempat memaparkan sejumlah capaian pemerintah, mulai dari peningkatan produksi pangan nasional hingga kebijakan yang dinilai berpihak pada petani, nelayan, serta pelaku UMKM.








