Jakarta – Tongkat estafet kepemimpinan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) resmi berganti. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melantik Mawardi Nur, SE sebagai Kepala BPMA yang baru bertempat di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026).
Menanggapi amanah tersebut, Mawardi menyatakan kesiapannya untuk mengemban tanggung jawab strategis ini dengan menjunjung tinggi integritas serta membangun kolaborasi erat bersama seluruh pemangku kepentingan sektor hulu minyak dan gas bumi.
Guna mendongkrak kontribusi sektor energi bagi Tanah Rencong, Mawardi langsung memetakan tiga program kerja utama yang menjadi fokus kepemimpinannya:
Optimalisasi Lifting dan Efisiensi: Berfokus pada peningkatan lifting migas serta penekanan biaya operasional guna memaksimalkan penerimaan bagi negara maupun pendapatan daerah Aceh.
Optimalisasi Sumur Tua: Mempercepat pengembangan ekosistem sumur tua serta sumur masyarakat yang berlandaskan pada Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 demi mendongkrak tambahan volume produksi migas regional.
Pemberdayaan Lokal: Mendorong pelibatan yang lebih luas bagi para kontraktor lokal serta penyerapan sumber daya manusia (SDM) asal Aceh dalam setiap lini operasional hulu migas.
Sebelum dipercaya menakhodai BPMA, Mawardi Nur dikenal luas sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda. Selama masa kepemimpinannya di perusahaan pelat merah milik daerah tersebut, ia sukses melakukan perombakan tata kelola serta melakukan diversifikasi lini bisnis.
Beberapa sektor usaha yang berhasil dikembangkan di bawah kepemimpinannya meliputi perdagangan komoditas kopi khas Aceh, industri pabrik baja ringan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, hingga sektor perikanan. Berbagai terobosan ini terbukti mampu mendongkrak performa perusahaan, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami ingin memastikan industri migas tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh melalui investasi, pemberdayaan pelaku usaha lokal, dan peningkatan kualitas SDM,” pungkas Mawardi.









