Lhokseukon, – Perempuan usia produktif dan remaja putri korban banjir di Desa Blang Peuria dan Pulo Blang Mangat, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, mengikuti sosialisasi pencegahan kekerasan seksual dan kehamilan tidak direncanakan, Senin (18/05/2026).
Kegiatan yang digelar LBH APIK Aceh bersama Yayasan IPAS ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kekerasan berbasis gender, kesehatan reproduksi, serta perlindungan perempuan dan anak dalam situasi pascabencana.
Direktur LBH APIK Aceh, Roslina, mengatakan edukasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan pembagian media informasi kepada peserta perempuan berusia 13–40 tahun.
“Kegiatan ini penting untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak yang rentan mengalami kekerasan saat situasi pascabencana,” ujar Roslina.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat lebih memahami pencegahan kekerasan seksual dan mampu menciptakan lingkungan yang aman serta responsif gender di wilayah terdampak banjir.








